- 20 Februari 2022

Tim Riset USK Lakukan Pelatihan Budidaya Sayur Organik kepada Kelompok Wanita Tani

Tim Riset USK Lakukan Pelatihan Budidaya Sayur Organik kepada Kelompok Wanita Tani
Program Pengabdian Masyarakat Universitas Syiah Kuala Banda Aceh di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Selasa 22/06/2021.  
Penulis
|
Editor

Aceh Besar, News Analisa – Tim Riset Desa dari  Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala berkolaborasi dengan Jurusan Informatika, FMIPA USK yang di Ketuai oleh Mujiburrahmad, S.P, M.Si, yang beranggota tim riset, Rika Husna, S.P, M.P, Kurnia Saputra, S.T, M.Sc, serta beberapa para mahasiswa terlibat langsung dalam pelatihan budidaya sayuran organik di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, yang berlangsung pada Minggu (20/02/2022).

Pelatihan budidaya sayuran organik merupakan acara perdana sekaligus pembukaan Program kegiatan Riset Keilmuan dengan Tema Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP) Dan Pengembangan Sistem Informasi Pemasaran Berbasis Mobile Application di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh.

Kegiatan tersebut merupakan program kerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang direncanakan berlangsung sampai dengan tanggal (23/02).

Ketua Tim riset,  Mujiburrahmad S.P, M.Si, menyatakan program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan berdasarkan adanya beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat dalam budidaya pertanian organik. Seperti kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai aspek budidaya sayuran organik yang benar dengan menggunakan media tanam yang ramah lingkungan.

Tim riset desa dari fakultas pertanian Universitas Syiah Kuala berkolaborasi, FMIPA USK memberikan materi pelatihan budidaya sayur organik.

Selain kurang memahami proses pemanfaatan media tanam, masyarakat juga belum memahami manajemen usaha yang benar serta penyediaan pupuk organik dari bahan sekitar, hingga cara pemasaran sayuran organik secara online dan profesional.

“Minimnya informasi mengenai sayuran organik merupakan penghambat proses memperoleh informasi di era teknologi dan informasi yang semakin berkembang saat ini,” Ungkapnya.

Sehingga saat ini hasil produksinya tidak terdistribusi dengan baik dan terjadinya permainan harga yang di lakukan oleh tengkulak yang tidak bertanggungjawab. Sistem informasi yang membahas mengenai harga barang di sektor pertanian bagian holtikultura sangatlah jarang.

“Terutama sistem informasi mengenai harga penjualan hasil pertanian sayuran organik,”

Selain itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat berupaya memberikan solusi dari permasalahan masyarakat, dengan menawarkan perbaikan terhadap sistem budidaya dengan pelatihan budidaya holtikultura organik, simulasi/tutorial penangganan hama secara alamiah dengan menggunakan perangkap hama dan pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik.

Selanjutnya mitra akan diberikan pelatihan manajemen usaha dengan tujuan agar mereka benar-benar memiliki arah dalam menjalankan usaha, terukur, dan terencana dengan baik.

“Tahapan berikutnya masyarakat akan difasilitasi dalam pembuatan aplikasi pemasaran berbasis andoid atau  Mobile Application sehingga memudahkannya dalam memasarkan hasil produksinya. Nantinya setiap kegiatan  akan dilakukan evaluasi untuk melihat hasil yang sudah dicapai,”

Program pelatihan budidaya sayuran organik, dibuka langsung oleh Fauzan, SP, selaku kepala Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim dari Universitas Syiah Kuala yang telah memilih desanya sebagai tempat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Budidaya sayuran organik menjadi pilihan utama untuk dikembangkan karena dapat menyediakan sayuran yang sehat bagi keluarga, teknik pemeliharaannya relatif mudah, dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi”, ujarnya.

Dalam Pelatihan ini semua peserta diharapkan mampu membuat dan mengaplikasikan pupuk organik cair dan pestisida nabati di lahan-lahan kebun miliknya, sehingga produktivitas masyarakat khususnya di bidang pertanian dapat meningkat, mampu mempertahankan kesuburan tanah serta terjaganya kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. harapnya.

Nurhayati selaku ketua kelompok wanita tani menyambut baik adanya program ini, yang telah memberikan banyak pengetahuan kepada para petani untuk membuat sendiri pestisida nabati, pupuk organik cair dan pupuk kompos dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar petani.

“Saya sangat berterima kasih kepada Tim Program Riset Desa yang sudah memberikan perhatian dan pengetahun berharga bagi kami petani di Desa Cucum untuk tidak lagi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia’, ucap Nurhayati.***


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini