- 30 Agustus 2021

Selama Pandemi Covid-19, Sektor Perikanan Aceh Bergerak Stabil

Selama Pandemi Covid-19, Sektor Perikanan Aceh Bergerak Stabil
Armada Kapal Perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja Lampulo Banda Aceh, Senin, 30/08/2021. (Doc:Adi/News Analisa)  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh, News Analisa – Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh melaui Unit Pelaksana Tehnis Dearah (UPTD) mencatat angka produksi ikan yang di daratkan melalui Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja Lampulo Banda Aceh, mulai bulan Januari hingga Juni mencapai (7.516.421) (Kg), dengan kategori jenis ikan dominan, Tuna Sirip Kuning, Cakalang, Tongkol Komo, Tongkol Krai, Kambing-kambing, layang, dan ikan selar, 7.426.524, (Kg). Senin, (30/08/2021)

Peningkatan volume produksi ikan di Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja Lampulo Banda Aceh sejak beberapa tahun terakhir bergerak sangat dinamis, dari tahun-ketahun, dan nilai produksi secara keseluruh terus meningkat setiap tahun.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Samudra Kutara Lampulo Banda Aceh, Oni Kandi, M, Si, menerangkan, volume produksi ikan di PPS Kutaraja, sangat dinamis setiap bulan. PPS Lampulo telah dijalankan operasionalnya di lokasi baru dengan luas lahan darat (59,78) Ha.

“Sejak bulan Januari hingga Juni ikan dominan yang di daratkan di (PPS) Kutaraja Lampulo Banda Aceh ada 10 junis ikan, seperti, Cakalang, tuna sirup kuning, kemudian disusul ikan layang, ketiga jenis ikan tersebut terlihat volume produksi dari tahun-ketahun cenderung meningkat,” terang Oni

Selain itu, lanjutnya, Pelabuhan Perikana Samudra Kutaraja Lampulo juga mencatat produksi ikan dari nelayan tradisional yang melakukan pendaratan ikan melelaui PPS. Pada umumnya nelayan tradisional yang ada di PPS menggunakan alat tangkap pancing dan jaring.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah PPS Kutaraja Lampulo Banda Aceh Oni Kandi, juga menerangkan setiap tahun, jumlah armada penangkapan di Pelabuhan perikanan Samudra terus mengalami peningkat rata-rata sebesar 18% pertahun.

“Jumlah armada penangkapan yang melakukan bongkar muat di (PPS) Kutaraja Lampulo Banda Aceh, setiap tahunnya terus bertambah jumlahnya, pada umumnya armada tersebut mengoperasikan jenis alat tangkap Pukat Cincin (purse seine) dan Rawai Tuna,”

Lebih lanjut, tambahnya, selama pandemic COVID-19, sektor perikanan Aceh bergerak cukup stabil, walaupun ada pengaruh, namun dampak Covid-19 terhadap sektor perikanan Aceh tidak sampai memengaruhi usaha pada produksi hasil tangkapan.

“Armada kita tiap tahun terus bertambah, ini menunjukkan sektor perikanan tangkap di Aceh memiliki peluang cukup besar untuk dimanfaatkan dalam skala Industri. Hal ini disebabkan oleh keberadaan Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja sangat strategis, yang memiliki areal penangkapan meliputi  (WPP-571) dan (WPP-572) dengan potensi SDI cukup tinggi dan bernilai ekonomis,” tambahnya.

Saat ini Pelabuhan Perikanan Samudra Kutaraja Lampulo Banda Aceh memiliki kawasan industry seluas 32 hektare, 4 Perusahan pengolahan hasil perikanan. Sejak 7 Januari 2014, PPS Lampulo telah dijalankan operasionalnya di lokasi baru dengan luas lahan darat (59,78) Ha yang diperuntukan untuk industry pengelolahan dan areal terbuka hijau, demikian terangnya. (*)


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar