www.newsanalisa.com - October 18, 2020

Rangga Pahlawan Pembela (Ibu) Wanita

Rangga Pahlawan Pembela (Ibu) Wanita
Dr. Muhammad AR. M.Ed  
Penulis
|
Editor

Oleh : Dr. Muhammad AR. M.Ed

Rangga seorang anak kecil berumur 9 tahun  telah tiada dan namanya tetap harum dikenang sebagai salah satu syuhada pembela Ibu  atau kaum wanita. Ia rela menemui ajalnya demi membela kehormatan ibunya dari si bejat Samsul Bahri (36) tahun mantan residivis di Kecamatan  Birem Bayeun, Aceh Timur, pada Hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2020. Ini perbuatan biadab yang dilakukan oleh Samsul Bahri setelah membunuh anaknya Rangga  (10) tahun kemudian melampiaskan nafsu kebinatangannya kepada ibunya. Maka pemerintah Aceh atau pemerintah RI  perlu memberikan hukuman mati kepada manusia biadap tersebut atau qishas kepadanya agar ini kasus terakhir yang terjadi  di Aceh, yaitu membunuh anak dan memperkosa ibunya (wanita).

Perkara ini sudah mendunia, nama Aceh tercoreng lagi gara-gara perbuatan yang super sadis ini. Namun bagi Rangga, ia telah melakukan sesuatu yang diamanahkan agama.  Salah satu kewajiban dalam Islam adalah membela nyawa/jiwa, karena itu Rangga  adalah sangat wajar membela ibunya DN (28) tahun. Dan kematiannya adalah syahid. Selamat jalan anakku!

Rangga mempertahankan ibunya dan meilndungi  ibunya dari pemerkosaan dengan berteriak minta tolong. Namun dengan biadab  Samsul Bahri menebas Rangga dengan sebilah pedang yang sengaja dibawanya yang sudah direncanakan.  Ranggapun roboh bersimbah darah. Hingga Samsul Bahri  melanjutkan penganianyaan ibunya DN hingga  pingsan dan kemudian di tarik ke  semak-semak dan di situlah  DN diperkosa  oleh manusia drakula itu yang bernama Samsul Bahri.

Setelah  melakukan kebiadabannya, Samsul mengambil jasad Rangga dan memasukkan ke dalam Goni dan membuangnya  ke sungai yang tidak jauh dari rumahnya.  Beginilah sadisnya penduduk bumi ini ketika ia kerasukan setan, tidak punya ilmu agama, tidak punya akhlak, tidak punya hati nurani dan tidak punya  perasaan kemanusiaan sedikitpun, sehingga sifat kebinatangannnya muncul membabi buta.

Baca Juga:  Warga India Berebut Daftar Vaksin Imbas Melonjak Covid-19

Pemerintah Aceh atau negara perlu memberlakukan pasal berlapis kepadanya agar efek jera bukan hanya dirasakan oleh pelaku, akan tetapi kepada manusia-manusia biadab lainnya yang punya rencana untuk melakukan hal serupa di masa yang akan datang. Pasal berlapis itu adalah Pasal 338 KUHP  tentang merampas nyawa orang lain, Pasal 340 KUHP  tentang pembunuhan berencana, Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganianyaan, UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 28 tentang Perlindungan Anak dan kekerasan terhadap anak. Namun  kalau kita memiliki hukum Islam  cukup hanya satu yaitu Qishas. Artinya nyawa dibayar nyawa.  Untuk samsul Bahri tidak ada keputusan lain selain daripada memisahkan antara leher dan tubuhnya, itulah Qishas.

Anak adalah asset bangsa dan jika orang tua, masyarakat dan pemerintah  mengabaikan hak anak, maka kehidupan bangsa ini suram, amburadul, gelap dan terombang ambing.  Kita bisa bayangkan jika yang memimpin negeri ini dua puluh tahun kedepan   adalah anak-anak yang sekarang dilecehkan haknya, anak hasil perkosaan orang dewasa, anak yang berhadap dengan hukum, anak yang terexploitasi, anak yang  melihat ibunya diperkosa, anak-anak yang disodomi, anak yang sering melihat ibu bapaknya bertengkar, anak yang broken home, bagaimana nasib bangsa ini? Ini  home work  semua komponen bangsa dan yang paling depan  orang tua dan pemerintah.

Baca Juga:  Gubernur Aceh Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Jika orang tua sibuk mencari harta dan kedudukan, maka akan Nampak kekurangannya  dalam mendidik anak dan menyelamatkan mereka dari gelombang yang menghancurkan akhlak dan jatidiri mereka.  Begitu pula pemerintah, kalau kehidupan bangsa yaitu pendidikan anak terabaikan, pelecehan abak dibiarkan, maka tamatlah riwayat generasi muda ini.

Orangtua wajib membekali anak-anaknya dengan ilmu agama dan akhlak Islam, pemerintah  wajib melindungi anak-anak karena mereka memilki kekuatan dan otoritas yang tinggi serta sah. Orang tua  harus meninggalkan  pewaris  yang berguna bagi agama dan bangsa, pemerintah harus menjalankan hukum tajam ke atas dan tajam ke bawah, bukan sebaliknya  tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Oleh karena itu ketika pemerintah memberi remisi bukan kepada koruptor, maling,  bajingan, pembunuh, pemerkosa,  perusak agama, dan penjual negara kepada bangsa  asing.   Berilah remisi kepada yang patut dan  benar-benar dapat dipertanggung jawabkan di hadapan Mahkamah Allah nanti di hari akhirat.

Tegakkan hukum sebagaimana hadis Rasulullah yang artinya : “Seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri, maka aku akan potong tangannya.”Beginilah yang diinginkan rakyat jelata dalam hal penegakan hukum, bukan penegakan hukum  yang sedang dipertontonkan selama ini.  Hukum hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah.

Pemerintah  Aceh harus serius dalam menangani persoalan anak  bukan hanya kasus Rangga, tetapi kasus pelecehan sek anak dibawah umur yang  telah diberitakan  di medsos di Pidie dan Meulaboh bagiamana pesta sek anak-anak remaj bisa terjadi dan bukan hanya seorang akan tetapi ada beberapa pasangan, dan yang paling celaka lagi berlaku dalam masa yang lama hingga empat hari di rumah kosong.

Baca Juga:  Kadis Pendidikan Aceh, Program Merdeka Belajar Menjadi Solusi Peningkatan Kualitas Pendidikan

Kenapa ini bisa  terjadi, bagaimana dengan pengawasan orang tua, bagaimana pengawasan masyarakat di kampong tersebut,  dan bagaimana tindak lanjutnya? Siapa yang terlibat dan germonya siapa, siapa yang memprakarsai ini, dan siapa yang memfasiliasi ini?  Pemerintah punya alat negara yang bisa mengungkapkannya, bisa memburu dalang dibalik peristiwa tersebut, oleh karena itu semua unsur harus peduli dan  memantau  perkara ini sudah sampai dimana, jangan-jangan nanti kasusnya hilang di tengah jalan.

Saya sebagai  Komisioner KPPAA menyarakan kepada pihak-pihak yang berwenang agar menjalankan hukuman yang sepantasnya kepada pelaku pembunuh anak, pemerkosa anak, pelecehan seks anak-anak, penganianyaan anak, perdagangan anak (trafficking), exploitasi hak anak, dan para predator anak. Hukumlah mereka dan jangan memberi ruang kepada mereka untuk merupiahkan hukum.

Rupanya masa pandemic Covid -19 ini, manusia  bukannya semakin insaf dan takut kepada Allah karena bencana yang mematikan ini, malah manusia semakin  terang-terangan melakukan pembangkangan terhadap hukum  Allah, dan melanggar  secara  nyata hukum Allah. Manusia semakin brutal, tidak manusiawi, tidak memiliki sifat malu, dan tidak berfikir ke depan dan nasib bangsa (generasi muda).

Jika para pihak yang berwenang mempermainkan hukum atau merupiahkan hukum, ditakutkan tidak lama berselang persolan yang sama akan terjadi kepada anak-anak anda, akan terjadi dalam keluarga anda, dan akan anda alami sebagaimana orang lain rasakan,  lalu apa yang akan anda lakukan? Makanya tegakkan hukum kepada siapa saja tanpa  tebang pilih.

Penulis adalah Ketua Komisioner Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Taliban Minta Maskapai Internasional Segera Lanjutkan Penerbangan ke Kabul, Afghanistan

Taliban Minta Maskapai Internasional Segera Lanjutkan Penerbangan ke Kabul, Afghanistan

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Tekno   Trend
Ketua PWI: Oknum Guru Lecehkan Wartawan Kurang Cerdas dan Tak Cerminkan Pendidik

Ketua PWI: Oknum Guru Lecehkan Wartawan Kurang Cerdas dan Tak Cerminkan Pendidik

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Dukung Geliat Investasi, KKP Siapkan Neraca Sumber Daya Laut

Dukung Geliat Investasi, KKP Siapkan Neraca Sumber Daya Laut

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
SKK Migas dan Premier Oil Berikan Literasi Informasi Hulu Migas kepada Mahasiswa Aceh

SKK Migas dan Premier Oil Berikan Literasi Informasi Hulu Migas kepada Mahasiswa Aceh

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   Tekno   Trend
Hendra Budian Harus bercontoh kepada Kapolda dan Pangdam IM

Hendra Budian Harus bercontoh kepada Kapolda dan Pangdam IM

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Kesehatan   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Partai Gabthat Adakan Musyawarah Pengurus DPD Se-Aceh

Partai Gabthat Adakan Musyawarah Pengurus DPD Se-Aceh

Berita   Daerah   Epaper   Headline   Nasional   News   Trend
Kadis DKP Aceh Terima Kunjungan Kerja Anggota Komisi B DPRK Kota Sabang

Kadis DKP Aceh Terima Kunjungan Kerja Anggota Komisi B DPRK Kota Sabang

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News
Sekda Minta Wali Kelas Selalu Dampingi Siswa saat Divaksin Covid-19

Sekda Minta Wali Kelas Selalu Dampingi Siswa saat Divaksin Covid-19

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Menteri Trenggono Pacu Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

Menteri Trenggono Pacu Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Dukung Disdik Aceh, Kapolda: Semua Pihak Harus Terlibat Perangi Covid-19

Dukung Disdik Aceh, Kapolda: Semua Pihak Harus Terlibat Perangi Covid-19

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News