- 3 Februari 2022

Ragam Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat Provinsi Aceh

Ragam Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat Provinsi Aceh
Ragam Kebudayaan Provinsi Aceh (Ist)  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh, News Analisa – Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah Indonesia yang letaknya berada di bagian paling ujung sendiri dari rangkaian kepulauan Nusantara. Aceh atau yang juga dikenal dengan Nanggroe Aceh Darussalam merupakan suku pribumi yang memiliki akar sejarah istimewa bagi Indonesia.

Aceh juga mendapat julukan serambi Mekkah, hal ini dikarenakan Aceh memiliki nilai ideologis islam yang melekat dan begitu kental dalam kehidupan masyarakatnya.Selain itu, Aceh juga memiliki banyak budaya khas seperti 10 budaya Aceh yang akan dipaparkan di bawah ini.

Mulai dari bahasa yang digunakan, pakaian adat, tari-tarian, rumah adat, dan masih banyak lagi. Aceh sendiri menurut sejarah menyatakan bahwa masyarakatnya sebagian besar adalah sebagai pendatang yang datang dari berbagai asal kemudian menetap dan tinggal di Aceh tersebut.

Tidak sedikit juga masyarakat Aceh yang merupakan keturunan India, Arab, Persia maupun Turki. Hal ini karena terjalinnya pernikahan dari para pedagang yang masuk ke tanah Aceh dan menikah dengan penduduk Aceh tersebut. Menarik sekali bukan cerita tentang Aceh ini?.

Kebudayaan-kebudayaan daerah yang ada di Aceh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat secara menyeluruh, sebagai warisan leluhur yang selalu dilestari secara turun menurun.

1. Rumah Adat Aceh Krong Bade
Untuk mengenal 10 kebudayaan Aceh yang istimewa mulai dengan  mengenal rumah adatnya. Rumah adat Aceh sendiri dikenal dengan nama Rumoh Aceh atau Krong Bade. Ada beberapa hal yang unik dan menjadi ciri khas dari rumah adat Aceh ini.

Salah satunya bentuk rumah yang seperti panggung dengan berjarak sekitar 2,5 sampai 3 meter dari atas tanah. Keseluruhan bangunan rumah adat ini juga dibangun dengan menggunakan kayu. Sedangkan atapnya berasal dari anyaman daun enau atau daun rubia.

Hal yang menjadikan rumah adat ini semakin unik adalah dari segi penggunaannya, seperti bagian kolong rumah yang digunakan sebagai tempat menyimpan bahan-bahan makanan sedangkan bagian atas atau panggungnya digunakan sebagai tempat istirahat atau penerima tamu.

Selain keunikan mendalam dari Rumah Adat Aceh ini yaitu terletak pada jumlah anak tangga yang mengantarkan pada ruang utama atau panggung. Anak tangga tersebut sengaja dibuat ganjil yang dimaksudkan sebagai simbol nilai religius Suku Aceh. Selain itu rumah adat yang merupakan 10 kebudayaan Aceh ternama ini juga mempunyai kesan yang khas nama-nama setiap bagian rumah dengan fungsinya masing-masing.

Seperti Seuramoe Teungoh yang merupakan bagian ruangan depan sebagai ruangan khusus keluarga, Seuramoe Keue yang difungsikan sebagai tempat menerima tamu, serta Seurameo Likot yang difungsikan sebagai dapur untuk kegiatan memasak keluarga.

1.Pakaian Adat Aceh

Selain rumah adat, Aceh juga memiliki pakaian adat Aceh yang unik dan khas. pakaian adat Aceh merupakan peninggalan dari sejarah Kerajaan Perlak dan Kerajaan samudera Pasai. Untuk pakaian adat pria dikenal dengan nama baju Linto Biro, sedangkan untuk pakaian adat wanitanya dikenal dengan nama Daro Buro.

Pakaian adat Aceh ini biasanya digunakan pada saat-saat istimewa saja, seperti upacara adat atau acara-acara pemerintahan lainnya.

Pakaian adat pria sendiri merupakan perpaduan dari beberapa bagian. Mulai dari bagian atas yang disebut Meukasah dan celana atau bagian bawahannya disebut cekak musang atau ada juga yang menyebutnya dengan nama celana (sileuweu).

Sedangkan untuk pakaian adat wanitanya merupakan perpaduan dari baju atasan yang berbentuk baju kurung berlengan panjang dengan kerah baju yang bergaya seperti kerah baju pakaian China. Sedangkan bagian bawahnya juga mengenakan celana cekak musang.

Pakaian adat Aceh yang merupakan salah satu dari 10 kebudayaan Aceh ini biasa dikenakan dalam pertunjukan panggung di acara bergengsi dengan jajaran pakaian adat lainnya untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya bangsa yang wajib dilestarikan.

2. Upacara Adat Perkawinan Aceh

Di antara 10 kebudayaan Aceh ini, masih dilengkapi dengan upacara adat yang biasa diselenggarakan dengan tujuan dan fungsinya masing-masing. Ada beberapa upacara adat yang merupakan tradisi masyarakat Aceh seperti upacara perkawinan. Upacara perkawinan di Aceh diselenggarakan dengan berbagai tahapan, mulai dari tahapan melamar calon pengantin wanita, tunangan, pesta pelaminan, penjemputan mempelai wanita, hingga penjemputan mempelai pria.

Baju Adat dałam Pesta perkawinan Masyarakat Aceh (Ust)

3. Upacara Peusijuek

Upacara adat yang ada di Aceh bukan hanya upacara yang digelar dalam acara perkawinan saja, masih ada lagi seperti upacara peusijeuk yang merupakan tradisi memercikkan air yang dicampur dengan tepung tawar kepada seseorang yang sedang mempunyai hajat tertentu.

5. Tarian Adat Nanggroe Aceh Darussalam
Untuk mengenal kebudayaan Aceh tidak lengkap tanpa mengetahui tarian adat yang ada di Aceh. Tarian adat dari Aceh yang sangat terkenal adalah Tari Saman. Tari Saman memiliki unsur-unsur keindahan seni yang unik dan khas.

Tarian ini ditampilkan dengan mengandalkan gerakan tepukan pada tangan, dada tanpa diiringi alat musik lainnya. Namun meski tanpa alunan musik yang mengiringi, kepiawian penari membuat tarian ini menjadi pertunjukan yang indah dan menarik.

Tarian Tradisional yang Berasal Dari Aceh natara lain, Tari Saman, Tari Laweut Aceh, Tari Tarek Pukat, Tari Bines, Tari Didong, Rapai Geleng, Tari Ula ula lembing, Tari Ratoh Duek Aceh, Tari Pho.

6. Senjata Tradisional Aceh
Mengenal 10 kebudayaan Aceh selanjutnya adalah mengenal senjata adat yang digunakan masyarakat Aceh. Senjata tradisional Suku Aceh dikenal dengan nama Rancong. Rancong sendiri merupakan senjata yang memiliki ukuran relatif kecil berbentuk sejenis keris yang mulai dipakai oleh Suku Aceh sejak zaman kesultanan Aceh. Selain Rancong, ada juga Siwah dan Peudeung yang juga merupakan  senjata adat Suku Aceh.

Senjata Tradisional Aceh yakni, rencong meupucok, rencong meucugek, Rencong meukuree, Rencong pudoi, Siwah, Peudeung

7. Makanan Adat NAD
Makanan adat yang biasa disajikan masyarakat Aceh memiliki corak yang mirip dengan masakan India. Di antaranya seperti rti canai dan gulai atau kerambi kering. Ada juga makanan yang berbahan dasar ikan atau yang dikenal dengan nama eungkot paya. Saat Anda berkunjung ke suku Aceh, Anda dapat menikmati 10 kebudayaan Aceh lainnya termasuk mencicipi makanan adatnya yang menggoyang lidah.

Makanan Khas Aceh, Manisan pala, Sanger, Pisang Sale, Kembang loyang, Lepat, Rujak Aceh Samalanga, Keumamah, Kue Bhoi, Bohromrom, Meuseukat, Memek (Khas Simeulue).

8. Suku Adat Aceh
Aceh terdiri dari berbagai suku dan marga yang mendiami tempat ini. Seperti Suku Aceh, Suku Alas, Suku Tamiang, Suku Gayo, Suku Ulu, Suku Singkil, Suku Simelu, Suku Jamee, Suku Ulet dan lain sebagainya. Berbagai suku yang mendiami Aceh ini hidup secara berdampingan dan mewarnai keindahan corak budaya yang ada di Aceh tersebut.

Salah satu suku dań pakai adat di Aceh

Diantara Suku di Aceh adalah, Suku Gayo, Suku Aneuk Jamee, Suku Singkil, Suku Alas, Suku Tamiang, Suku Kluet, Suku Devayan, Suku Sigulai, Suku Batak Pakpak, Suku Haloban.

9. Bahasa Daerah Aceh
Berbicara tentang 10 budaya Aceh hal yang wajib dan tidak boleh terlewatkan adalah mengenal bahasa daerah yang digunakan di sana. Aceh sendiri mempunyai beberapa bahasa daerah yang biasa digunakan sebagai bahasa keseharian seperti Bahasa Aceh, Bahasa Gayo, Bahasa Alas dan sebagainya.

10. Lagu Daerah Aceh
Tidak lengkap rasanya mengenal kebudayaan Aceh sebelum mengetahui lagu daerah yang menjadi kesenian Aceh ini. Aceh mempunyai beberapa lagu daerah yang nyaman didengarkan sebagai teman bersantai seperti Bungong Jeumpo dan Piso Surit.
Macam macam lagu daerah Aceh, Bungong Jeumpa, Tawar Sedenge, Aceh Lon Sayang, Aneuk Yatim, Sepakat Segenap, Lembah Alas.

Adanya berbagai kebudayaan yang dimiliki, membuat Aceh menjadi salah satu wilayah bagian Indonesia yang cukup terkenal dengan nilai kereligiusannya. Dengan sajian 10 kebudayaan Aceh tersebut membuat Anda menjadi lebih mengenal budaya Aceh dan memperluas wawasan kebudayaan Nusantara. (ADV/Disbudpar Aceh)


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini