www.newsanalisa.com - February 10, 2021

Puluhan Pedemo Anti-Kudeta Ditangkap Polisi Myanmar

Puluhan Pedemo Anti-Kudeta Ditangkap Polisi Myanmar
Polisi Myanmar mulai menangkap puluhan pedemo anti-kudeta Myanmar. (Foto: AP/Linn Htet)  
Penulis
|
Editor

International, News Analisa – Polisi Myanmar menangkap puluhan pedemo anti kudeta militer yang menggelar aksi protes di ibu kota Naypyitaw dan Mandalay pada Selasa (9/2). Setidaknya 27 orang pedemo dikabarkan ditangkap oleh polisi.

Seorang saksi mata mengatakan jika jurnalis Suara Demokratik Burma (DVB) turun ditahan saat sedang meliput aksi protes. Polisi juga memukuli massa saat melakukan penangkapan.

Sebelum menangkap pedemo, polisi di ibu kota Naypyitaw kembali menembakkan meriam air (water cannon) untuk membubarkan massa. Polisi di kota Bago juga menembakkan meriam air untuk menghadapi pedemo.

“Kudeta selalu muncul di pikiran kami, setiap kali kami makan, bekerja, bahkan saat istirahat. Kami sangat kecewa dan sedih setiap kali kami memikirkan mengapa hal ini menimpa kami lagi,” ujar seorang warga Yangon, Khin Min Soe yang ikut dalam aksi protes kepada Reuters.

Aktivis yang turun ke jalan bersama sejumlah lapisan masyarakat kembali menyerukan pembebasan tahanan politik dan menghapus konstitusi yang memberikan hak veto kepada tentara di parlemen.

Baca Juga:  HMI Cabang Langsa Peringati Milad ke-74

“Kami akan terus berjuang menyerukan pembebasan tahanan politik dan mengakhiri kediktatoran,” kata aktivis pemuda Maung Saungkha dalam sebuah pernyataan.

Aksi protes menentang kudeta militer telah berlangsung di sejumlah kota di Myanmar selama hampir empat hari terakhir. Aksi protes kian meluas kendati Angkatan Bersenjata Myanmar (Tatmadaw) kini menerapkan jam malam dan melarang unjuk rasa untuk meredam protes warga.

Junta militer Myanmar melarang kegiatan keramaian yang melibatkan lima orang atau lebih. Mereka juga menerapkan jam malam mulai pukul 20.00 hingga 04.00.

Baca Juga:  Abdee Jadi Komisaris Telkom, Ahmad Dhani Apresiasi Jokowi

Jam malam itu diterapkan di dua kota terbesar di Myanmar, Yangon dan Mandalay. Ribuan penduduk di kedua kota itu menggelar aksi unjuk rasa menentang kudeta sejak akhir pekan lalu.

Tatmadaw menyampaikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa melalui Kementerian Informasi dan disiarkan melalui stasiun televisi MRTV.

“Demokrasi akan hancur jika tidak ada disiplin. Kami akan mengambil langkah hukum untuk mencegah kegiatan yang mengganggu kestabilan negara, keselamatan penduduk dan undang-undang,” demikian isi pernyataan itu.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Estimasi Panen Perikanan Budidaya Capai 450 Ribu Ton Sepanjang April Hingga Juni 2020

Militer Myanmar menganggap pemilu yang dimenangkan oleh Aung San Suu Kyi dan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) itu curang. Tatmadaw menuding ada setidaknya 8 juta pemilih palsu yang terdaftar dalam pemilu lalu.

Selain Suu Kyi, Tatmadaw menahan sejumlah pejabat pemerintahan sipil lain, seperti Presiden Myanmar, Win Myint, dan sejumlah tokoh senior partai berkuasa, NLD. (evn)

Sumber: CNN Indonesia


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Hendra Budian Harus bercontoh kepada Kapolda dan Pangdam IM

Hendra Budian Harus bercontoh kepada Kapolda dan Pangdam IM

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Kesehatan   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Partai Gabthat Adakan Musyawarah Pengurus DPD Se-Aceh

Partai Gabthat Adakan Musyawarah Pengurus DPD Se-Aceh

Daerah
Kadis DKP Aceh Terima Kunjungan Kerja Anggota Komisi B DPRK Kota Sabang

Kadis DKP Aceh Terima Kunjungan Kerja Anggota Komisi B DPRK Kota Sabang

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News
Sekda Minta Wali Kelas Selalu Dampingi Siswa saat Divaksin Covid-19

Sekda Minta Wali Kelas Selalu Dampingi Siswa saat Divaksin Covid-19

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Menteri Trenggono Pacu Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

Menteri Trenggono Pacu Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Dukung Disdik Aceh, Kapolda: Semua Pihak Harus Terlibat Perangi Covid-19

Dukung Disdik Aceh, Kapolda: Semua Pihak Harus Terlibat Perangi Covid-19

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News
Kadisdik: “Kami Faham tidak Mudah, Tapi Kita Akan Berupaya Bersama-Sama”

Kadisdik: “Kami Faham tidak Mudah, Tapi Kita Akan Berupaya Bersama-Sama”

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Pendidikan   Trend
SKK Migas Bersama BPMA Adakan Pertemuan Bersama Gubernur Aceh

SKK Migas Bersama BPMA Adakan Pertemuan Bersama Gubernur Aceh

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Kadis DKP Aceh Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di PPS Lampulo

Kadis DKP Aceh Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di PPS Lampulo

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
ALC Siap Dampingi Kepsek yang Dipecat Oleh Kadisdik Aceh

ALC Siap Dampingi Kepsek yang Dipecat Oleh Kadisdik Aceh

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Pendidikan   Trend