- February 8, 2021

Pimpinan Dayah BTM, Wagub Muhammad Nazar Itu Bibit Unggul Aset Aceh

Pimpinan Dayah BTM, Wagub Muhammad Nazar Itu Bibit Unggul Aset Aceh
  
Penulis
|
Editor

Lhoksemawe – Cendikiawan muda muslim, Tgk. H. Fattahillah, B. Com, M. Com, Putra dari Tgk. H. Ahmad Dewi, seorang ulama kharismatik dan paling kritis semasa pemerintahan orde baru ikut menyorot perkembangan isu pengisian sisa jabatan wakil gubernur Aceh yang belum diisi sejak 5 November 2020 lalu, Senin 8/02/2021.

“Posisi Pemimpin itu tak boleh kosong terus menerus. Tetapi juga tak boleh salah menempatkan orang di suatu kursi kekuasaan. Bukan sekedar isi jabatan, agar ada kemaslahatan dan rahmat bagi rakyat,” harapnya.

Mulai dalam tahun 2012, Tgk. Fattahillah yang kembali memimpin dan menormalkan fungsi Dayah B.T.M (Bale Teumpat Meununtut) Banta Yan Idi Cut, Aceh Timur yang ditinggalkan orang tuanya, Tgk. H. Ahmad Dewi, sangat mengharapkan agar semua pihak dan warga masyarakat di Aceh membiasakan diri bertindak disiplin terhadap nilai agama, undang-undang dan aturan yang berlaku.

“Dalam nilai agama Islam, kepemimpinan itu tak boleh kosong. Tetapi pemimpin itu haruslah orang yang ahli memimpin dan juga mampu membangun. Kalau tidak ahli, maka akan tiba kehancuran,” ia menasihati.

Alumni tingkat Tsanawiyah Pesantren Modern Misbahul Ulum, Paloh, Kota Lhokseumawe yang kemudian melanjutkan pendidikannya ke tingkat Aliyah di Qatar, Timur Tengah itu ikut merasa heran, mengapa pengisian jabatan wagub Aceh berlarut-larut terus.

“Katanya kewajiban pengisian jabatan wagub tersebut merupakan bahagian dari Undang-undang Pemerintahan Aceh (UU-PA) dan juga ada dalam sejumlah peraturan perundang-undangan lainnya. Kenapa tidak dilakukan terus oleh yang berkewenangan untuk itu,” Tgk. Fattahillah mempertanyakan.

Baca Juga:  Gibran Rakabuming Raka Positif Corona

Menyangkut figur-figur yang telah beredar di berbagai media cetak dan online, alumni S1 dan S2 Fakultas Perdagangan dan Manajemen Bisnis, Universitas Agra India itu menyarankan, supaya partai-partai pengusung dan gubernur memilih yang berkualitas, memiliki kemampuan, telah berpengalaman dalam urusan pemerintahan dan pembangunan. Lebih ideal lagi apabila ada nilai tambahnya dalam urusan ilmu pengetahuan umum dan agama.

“Saya baca di sosmed dan media cetak ada beberapa nama, termasuk mantan Tgk. Wagub Muhammad Nazar. Kalau saya sebagai gubernur atau pimpinan partai pengusung maka diantara nama-nama itu, saya memastikan akan memilih dan manfaatkan kelebihan Tgk. Wagub Nazar,” ujarnya.

Ia meneruskan pendapatnya, itu kalau kita Aceh ingin punya pemimpin yang ideal, demi perbaikan pembangunan, sekaligus untuk dapat membantu gubernur Nova Iriansyah sendiri. Walaupun masa jabatan yang tersisa tak terlalu lama lagi. Tetapi ia yakin kehadiran Tgk. Wagub Muhammad Nazar akan bermanfaat bagi orang banyak.

“Dari masa kuliah saya di India saya sering mengikuti informasi tentang beliau. Ide-idenya dan pemikirannya, kehebatan lobi dan komunikasinya, jaringannya yang luas juga. Maka menurut saya, diantara siapapun wagub Aceh pasca perdamaian, Tgk. Wagub Nazar yang paling sukses,” nilainya.

“Kita harus akui, kesuksesan pembangunan Aceh itu mulai terlihat pada masa pemerintahan Irwandi-Nazar, meskipun jumlah APBA termasuk dana Otsus tidak sebesar nominal setelah masa pemerintahan keduanya. Sayang sekali setelah mereka berdua pensiunan waktu itu; banyak program pembangunan yang tidak lagi inovatif, kurang progresif, dan tidak berlanjut dengan baik. Jika sempat dua periode kepemimpinan Irwandi-Nazar, saya kira pasti lebih maju dan berkembang daerah kita ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dyah Erti Idawati Kolaborasi dengan Teknos Gelar Try Out Online SMA se-Aceh

Lanjutnya lagi, program-program pendidikan yang sangat massif, bukan hanya umum tetapi agama dan dayah, bahkan hingga beasiswa anak yatim adalah pada masa Tgk. Wagub Nazar bersama pak Irwandi. Hubungan dengan ulama yang dibangun Tgk. Wagub Nazar juga bagus sekali. Apalagi beliau pernah lama belajar kitab kuning di beberapa dayah juga, selain sekolah umum. Beliau juga mampu berkhutbah dengan isi yang sangat berkualitas, mengalir dalam berpidato, menulis bahkan berdebat ilmiah. Apalagi dalam memimpin, yang memang sudah terlatih dalam lembaga yang berbeda.

Selain itu, katanya lagi, pada masa pemerintahan Irwandi-Nazar, rintisan kerjasama dengan luar negeri sangat banyak. Bahkan seingat saya, Tgk. Wagub Nazar bersama tim World Bank pernah ke India untuk membuka kerjasama ekonomi. Saya waktu itu masih di India tetapi tidak sempat ketemu beliau. Saya sempat ketemu gubernur Irwandi pada kunjungan kali lainnya, masih di India.

Ada beberapa negara yang dirintis pemerintah Aceh masa Irwandi-Nazar untuk saling kerjasama di Aceh. Tetapi mereka berdua cuma satu periode, sehingga tidak mudah menciptakan konsistensi kebijakan dan strategi pembangunan pada masa-masa pemerintahan berikutnya.

“Itulah konsekwensi pemilu lewat demokrasi langsung yang tumbuh tidak seimbang dengan pertumbuhan kemampuan menilai rakyat. Karena pemilih dominan adalah rakyat awam yang tidak mementingkan urusan jangka menengah dan jangka panjang,” jelasnya.

Maka karena itu, ia melanjutkan, untuk pemilihan wagub sisa jabatan ada di tangan anggota DPRA, proses pengusungan ada di partai-partai politik, dan mereka termasuk kaum yang lebih pintar dibandingkan rakyat awam di pelosok gampong. Layak disebut gagal paham, gagal pikir dan gagal segalanya jika mereka juga salah menentukan calon wagub dan salah dalam memvoting.

Baca Juga:  Macron Buka Suara Soal Perlunya Bicara dengan Taliban

Tgk. Fattahillah yang ahli dalam urusan ilmu perdagangan dan manajemen bisnis itu, selain ilmu agama, mengandaikan, jika saya adalah mereka untuk kondisi saat ini, maka saya akan menjatuhkan pilihan ke Tgk. Wagub Muhammad Nazar. Beliau seorang pemikir, aktifis, pernah jadi dosen, sangat talent dalam pengorganisiran suatu kelembagaan besar, berpengalaman dalam banyak hal dan banyak kelebihan lainnya yang sampai pada kesimpulan bahwa beliau adalah bibit sangat unggul dan aset Aceh yang mesti dimanfaatkan.

Ia menegaskan, rugi besar kalau sekelas kemampuan dan pengalaman beliau tak dimanfaatkan. Apalagi pemimpin Aceh tersebut juga berjasa dalam perjuangan, punya saham besar dalam memicu lahirnya otonomi khusus Aceh sebagai kompromi yang dibangun dalam sejumlah perdamaian yang sekarang justru bisa dinikmati siapa saja, dan belum tentu didapatkan oleh yang pernah terlibat berjuang.

“Efek dari gerakan tuntutan referendum yang dibangunnya bersama SIRA sangat besar dalam mendorong perdamaian dan lahirnya otsus sebagai suatu kompromi. Maka siapapun penguasa Aceh di semua tingkat, jangan pernah melupakan jasa dan pengorbanan kaum pejuang, termasuk Tgk. Nazar selama memimpin gerakan perjuangan sipil Aceh,” advis putra dari Tgk. Ahmad Dewi itu. demikian ungkap,(Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Terbitkan Juknis Bantuan Pemerintah Subsektor Perikanan Tangkap TA. 2022, KKP Mulai Siapkan Calon Penerima

Terbitkan Juknis Bantuan Pemerintah Subsektor Perikanan Tangkap TA. 2022, KKP Mulai Siapkan Calon Penerima

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
KKP, Anggaran APBN untuk Kepentingan Masyarakat Kelautan dan Perikanan

KKP, Anggaran APBN untuk Kepentingan Masyarakat Kelautan dan Perikanan

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Gubernur Aceh Ikuti Penyerahan DIPA dan TKDD oleh Presiden

Gubernur Aceh Ikuti Penyerahan DIPA dan TKDD oleh Presiden

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
ASN Pemerintah Aceh Peringati HUT ke-50 Tahun Korpri

ASN Pemerintah Aceh Peringati HUT ke-50 Tahun Korpri

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Gerakan Penanaman 1000 Mangrove di Areal Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja

Gerakan Penanaman 1000 Mangrove di Areal Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend   Wisata
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Hadiri Peringatan Puncak Harkannas ke 8 Secara Virtual

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Hadiri Peringatan Puncak Harkannas ke 8 Secara Virtual

Berita   Daerah   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Peringati Harkannas ke 8, DKP Aceh Gelar Lomba Adu Masak Ibu Hebat

Peringati Harkannas ke 8, DKP Aceh Gelar Lomba Adu Masak Ibu Hebat

Berita   Daerah   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Cucu Sultan Aceh, Sampaikan Terima Kasih kepada Anis Baswedan Atas Peresmian Jalan Laksamana Malahayati

Cucu Sultan Aceh, Sampaikan Terima Kasih kepada Anis Baswedan Atas Peresmian Jalan Laksamana Malahayati

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Lifestyle   Nasional   Trend
KKP Dorong Pemerintah Daerah Segera Susun Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus

KKP Dorong Pemerintah Daerah Segera Susun Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Peringati Harkannas 2021, KKP Ingatkan Pentingnya Konsumsi Ikan Segar

Peringati Harkannas 2021, KKP Ingatkan Pentingnya Konsumsi Ikan Segar

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Pendidikan   Trend