- 31 Januari 2021

Pengamat Politik: Keputusan Pilkada 2024 Bertentangan dengan UUPA

Pengamat Politik: Keputusan Pilkada 2024 Bertentangan dengan UUPA
  Sumber Photo News Analisa
Penulis
|
Editor

Banda Aceh – Keputusan pelaksanaan serentak yang merupakan keputusan politik Pemerintah Pusat, akan dilaksanakan serentak pada tahun 2024. Pilkada Serentak pada 2024, sekaligus digelar bersamaan dengan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

Pengamat Politik dan pembangunan Universitas Muhammadiyah Aceh (Dr Taufik A Rahim). Menegaskan bahwa, hal ini berbeda dengan rencana sebenarnya khusus untuk Aceh, sebagai kekhususan Aceh pergantian kepala daerah, sirkulasinya 5 tahun sekali sesuai dengan ketentuan dan mengacu kepada Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006, sebagai turunan konsekwensi dari Memorandum of Understanding (MoU), Kesepakatan Damai Aceh dan Republik Indonesia (RI) 15 Agustus 2005 di Helsinki. Hal ini disampaikan Dr Taufik A Rahim pada (Minggu 31 Januari 2021)

Dr Taufik A Rahim juga menjelaskan pelaksanaan Pilkada 2022, sejalan dengan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016 untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.

“Sehingga penetapan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh yang dimulai 1 April 2021 dan Pemilihannya akan dilaksanakan 17 Februari 2022. Konsekwensi dan konsistensi Komite Independen Pemilihan (KIP) harus berani bertanggung jawab memperjuangkannya agar dapat terlaksana. Termasuk terus berusaha meyakinkan semua pihak agar anggaran dana yang harus tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2021-2022”

Koordinasi dengan eksekutif dan legislatif (Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh/DPRA), dengan Komite Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), serta seluruh elemen yang berhubungan langsung maupun tidak langsung terhadap keputusan politik pelaksanaan Pilkada.

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Aceh (Taufik A Rahim) menilai, Kekhususan Aceh dengan landasan UUPA sering sekali dibenturkan, sehingga benturan aturan dan UU terhadap Pilkada mesti berani diperjuangkan oleh KIP Aceh.

“Jika tidak berarti sangat tidak ada nilai kejuangan dari KIP Aceh, maka semua pihak yang berani memperjuangkan kekhususan Aceh, jika tidak maka perlu dipahami kalah dan ikut dengan aturan yang terpusat yang politik sentralistik tahun 2024” tegasnya.

Ini bermakna keputusan politik sentralistik yang berbentuk politik oligarki kepentingan pusat yang berlebihan, ternyata kekhususan Aceh yang dibanggakan-banggakan merupakan modal politik Aceh, nantinya hanya “omong kosong”. Benturan kepentingan politik dan sistem politik yang terpusat dan sangat oligarki kepentingan politik, sering sekali dilakukan terhadap Aceh.

Maka kini saatnya KIP Aceh memperlihatkan konsistensi dan nilai kejuangannya, mempertahan kondisi damai Aceh, juga mesti memohon dukungan dari semua pihak dan elemen untuk ikut mendukung terlaksananya Pilkada 2022. Jika tidak maka Pilkada akan akan terlaksana 2024, ini dikatakan bahwa dilema aturan UU Pusat dan UUPA selalu saja dibenturkan, sehingga diusahakan semua terpusat dan kekhususan Aceh digrogoti satu-persatu. Termasuk ketergantungan uang dan anggaran belanja publik yang sangat tinggi ke Pemerintah Pusat, Jakarta.

Dilema Pilkada ini 2022 atau 2024, merupakan usaha pelemahan dan penghancuran Aceh bukan lagi daerah khusus tidak berbeda dengan propinsinya di Indonesia. Kekhususan Ace yang tidak dipertahankan dan diperjuangkan, menjadi cerita babak baru, bahwa tidak ada lagi pahlawan di Aceh, yang merupakan karakter dan ciri khas orang atau rakyat Aceh yang sejarahnya tertulis sebagai melahirkan peradaban dan memiliki pahlawan yang berani dan tangguh serta siap berkorban darah dan nyawa demi harga diri, juga martabatnya. demikian ujarnya.(Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Asisten Sekda Luncurkan Tim Insiden Keamanan Siber Aceh

Asisten Sekda Luncurkan Tim Insiden Keamanan Siber Aceh

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Pemerintah Aceh Apresiasi Antusias ASN Sekretariat DPR Aceh Sumbangkan Darah

Pemerintah Aceh Apresiasi Antusias ASN Sekretariat DPR Aceh Sumbangkan Darah

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Cucu Sultan Aceh Minta Pemerintah Singapura Hormati Ulama Melayu yang Berkunjung ke Singapura

Cucu Sultan Aceh Minta Pemerintah Singapura Hormati Ulama Melayu yang Berkunjung ke Singapura

Advertorial   Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Politik   Travel   Trend
Irjen Pol Agung Makbul Dorong Milenial Berani Laporkan Pungli dan Hidup Sederhana

Irjen Pol Agung Makbul Dorong Milenial Berani Laporkan Pungli dan Hidup Sederhana

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Sekda Aceh Lepas Peserta Tour de Aceh Etape II

Sekda Aceh Lepas Peserta Tour de Aceh Etape II

Berita   Daerah   Nasional   News   Trend
Peserta Tour de Aceh Etape I Mulai Latihan Adaptasi

Peserta Tour de Aceh Etape I Mulai Latihan Adaptasi

Advertorial   Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Sebanyak 110 Orang Disuntik Pada Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama Usai Idul Fitri

Sebanyak 110 Orang Disuntik Pada Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama Usai Idul Fitri

Berita   Daerah   Kesehatan   Nasional   News   Trend
Gubernur Aceh Nova Iriansyah Ikut Rakernas APPSI di Bali

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Ikut Rakernas APPSI di Bali

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Pemerintah Aceh Teken Kontrak 157 Paket Proyek APBA 2022 Tahap ke-3

Pemerintah Aceh Teken Kontrak 157 Paket Proyek APBA 2022 Tahap ke-3

Berita   Daerah   Epaper   Nasional   News   Trend
Sekda Tinjau UPTD Rumah Kemasan Aceh

Sekda Tinjau UPTD Rumah Kemasan Aceh

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend