News Analisa - Sabtu, 3 April 2021

Pengamat Politik, Anggaran APBA Rp 17 Triliun ‘Pilkada Aceh Gagal’ Aneh

Pengamat Politik, Anggaran APBA Rp 17 Triliun ‘Pilkada Aceh Gagal’ Aneh
Kepala Penelitian Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Taufiq A Rahim (Doc: Istimewa/News Analisa)  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh – Permasalahan aktual dan faktual Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh sesuai dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), semestinya berlangsung 5 tahun sekali, ternyata tidak jadi, karena alasan ketiadaan penempatan anggaran Pilkada sekitar Rp 214 milyar, ini sangat aneh, gagal nalar dan tidak logis sama sekali. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Politik Aceh Dr Taufik A Rahim kepada, Media News Analisa, pada Sabtu, (3/4/2021).

Pengamat Politik Aceh menjelaskan. Jika dipahami dan dicermati bahwa Anggaran Pendapata dan Belanja Aceh itu lebih Rp 17 triliun. Ternyata untuk memenuhi anggaran Pilkada tidak mampu disediakan oleh Pemerintah Aceh, yang semestinya patuh serta konsisten melaksanakan UU-PA dalam mengurus serta mengelola Aceh serta seluruh dimensi kehidupan rakyat Aceh.

Baca Juga:  Angka Kesembuhan PMK di Aceh Besar Mencapai 51,774%

“Termasuk komitmen serta memiliki keinginan politik yang kuat terhadap pelaksanaan Pilkada Aceh sesuai dengan peraturan perundang-undangannya lima tahun sekali. Maka jika Pilkada yang lalu dilaksanakan 2017, sehingga Pilkada saat ini akan datang mesti dilakukan pada 2022,” tegasnya.

Seringkali, kita disuguhkan retorika bahwa selalu tunduk dan patuh dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, oleh para pejabat Aceh, elite politik Aceh dan para pemangku kekuasaan politik, birokrasi dan para pejabat di Aceh. Namun demikian, perilaku “munafik” berlaku saat ketentuan di Aceh dibenturkan dengan peraturan Pemerintah Pusat Jakarta, menjadi “keok”, konyol tidak berdaya bahkan ketakutan kehilangan jabatan, juga terutama pejabat eksekutif dan legislatif (Guberbur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh/DPRA) menjadi kehilangan nyali dan ketakutan sendiri. Jadi “omong kosong” jika retorikanya selama ini sesuai dengan aturan serta hati nurani keinginan politik rakyat.

Baca Juga:  MPU Aceh Selatan Sambut baik Sosialisasi Vaksinasi dan Minta Masyarakat Ikut Suntik Vaksin

Demikian juga, jika ditilik APBA bahwa hampir 65-70% digunakan untuk belanja pegawai sekitar 830 miliyar diluar dana otonomi khusus (Otsus).

Karena itu APBA ditambah Otsus, UUPA sebagai turunan Memorandum of Understanding (Perjanjian Damai) Aceh, dimana ini berlaku akibat darah dan nyawa rakyat Aceh dikorbankan saat konflik.

“Hari ini untuk sebuah keinginan patuh kepada UUPA saja para pejabat, elite dan Pemerintah Aceh tidak mampu melakukannya. Hanya saja menikmati fasilitas dan pengorbanan rakyat untuk bersenang-senang serta memperkaya diri bersama kelompoknya serta partai politiknya, saat-saat tertentu saja memerlukan rakyat, bahkan tanpa sungkan, malu serta “segan-silu” mengharapkan rakyat memilihnya jika perlu dengan cara “money politics/politik uang” agar dipilih, namun setelah menjabat semua keinginan rakyat dan undang-undang dibaikan sama sekali,”

Baca Juga:  SMK N 2 Banda Aceh Raih 4 Mendali di Ajang LKS Tingkat Provinsi Tahun 2022

Hal ini sangat aneh, sehingga mesti menjadi catatan dan ingatan rakyat Aceh, bahwa pejabat dan elite Aceh saat ini adalah, kumpulan para “penipu dan pembohong” yang hanya berfikir untuk dirinya sendiri, kelompok dan partainya saja.

Ingat bahwa, kebijakan politik anggaran publik APBA lebih Rp 17 triliun, tetapi untuk anggaran Pilkada Rp 214 milyar tidak mampu diwujudkan dan dipenuhi, sebagai konsekwensi menghargai keinginan politik rakyat 5 tahun sekali, demikian terangnya, (Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Munawar Khalil Pimpin Ketua Umum IKA FISIP USK Periode 2022-202

Munawar Khalil Pimpin Ketua Umum IKA FISIP USK Periode 2022-202

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Pendidikan   Trend
USK Gelar Orientasi untuk Mahasiswa Asing

USK Gelar Orientasi untuk Mahasiswa Asing

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Mendagri Sebut Dana Otsus Mampu Turunkan Angka Kemiskinan

Mendagri Sebut Dana Otsus Mampu Turunkan Angka Kemiskinan

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Pusat Riset Unggulan Nilam Aceh Latih 72 Peserta

Pusat Riset Unggulan Nilam Aceh Latih 72 Peserta

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Tekno   Trend
PT Pertamina Launching Program Pelestarian Budaya Lokal Pariwisata di Sabang

PT Pertamina Launching Program Pelestarian Budaya Lokal Pariwisata di Sabang

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend   Wisata
Hasil Laboratorium Forensik: Briptu WP Murni Bunuh Diri Akibat Tekanan Ekonomi

Hasil Laboratorium Forensik: Briptu WP Murni Bunuh Diri Akibat Tekanan Ekonomi

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Bimtek P4GN: Masyarakat jangan Mau Dimanfaatkan Sindikat Narkoba

Bimtek P4GN: Masyarakat jangan Mau Dimanfaatkan Sindikat Narkoba

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Melalui Metode Bercerita Menggunakan Boneka Tangan dapat Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak

Melalui Metode Bercerita Menggunakan Boneka Tangan dapat Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Penggunaan Media Gambar Seri dapat Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Sejak Dini

Penggunaan Media Gambar Seri dapat Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Sejak Dini

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Jadi Tersangka Korupsi, Wanita Emas Nangis Histeris Tak Mau Masuk Mobil Tahanan

Jadi Tersangka Korupsi, Wanita Emas Nangis Histeris Tak Mau Masuk Mobil Tahanan

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend