www.newsanalisa.com - January 31, 2021

Pengamat: Pemulihan Ekonomi RI Lebih Lama dari Krisis 1998

Pengamat: Pemulihan Ekonomi RI Lebih Lama dari Krisis 1998
  Photo Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Penulis
|
Editor

Jakarta – Pengamat ekonomi mengamini proyeksi Bank Dunia yang menyebut bahwa Indonesia membutuhkan waktu lima untuk memulihkan ekonominya dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi-nya ke level 5 persen. Bahkan, hitung-hitungan ekonom, proses pemulihan ekonomi RI bisa lebih lama dari pemulihan krisis 1998 silam.

Dilansir dari CNN Indonesia, Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto mengatakan krisis 1998 disebabkan karena permasalahan keuangan di Asia. Sektor yang terdampak akibat krisis hanyalah sektor keuangan.

Sementara, krisis kali ini terjadi akibat pandemi covid-19 atau virus corona. Covid-19 telah membuat hampir seluruh sektor runtuh, dari keuangan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Bandingkan dengan krisis 1998 yang juga tidak pulih dalam waktu dua sampai tiga tahun, lebih dari lima tahun. Itu yang kena sektor keuangan saja butuh lima tahun,” ungkap Eko kepada CNNIndonesia.com, Minggu (31/1).

Makanya, ia berpendapat proyeksi Bank Dunia terhadap proses pemulihan ekonomi Indonesia terbilang cukup realistis. Ia juga menyatakan dampak dari krisis pandemi covid-19 akan terasa dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Tenaga Pengajar dan Siswa Aceh Raih Medali di Tingkat Nasional

Menurut Eko, salah satu upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian adalah dengan vaksinasi covid-19. Namun, proses itu diproyeksi memakan waktu cukup lama.

“Proses vaksinasi tidak mungkin selesai satu tahun. Kemudian, setelah itu baru diikuti dengan berbagai macam konsolidasi perekonomian,” terang dia.

Eko mengaku belum memiliki perhitungan berapa lama waktu yang dibutuhkan Indonesia agar ekonomi bisa kembali ke level 5 persen. Hal yang pasti, ini semua tergantung bagaimana pemerintah menangani sektor kesehatannya terlebih dahulu.

Pasalnya, ekonomi tidak akan pulih jika pandemi covid-19 masih merebak di Indonesia. Sebab, kegiatan ekonomi tak bisa berjalan 100 persen jika penularan covid-19 masih terus meningkat.

Kegiatan-kegiatan pembatasan di ruang publik akan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. Namun, hal itu dibutuhkan untuk meminimalisir penularan covid-19.

“Sekarang buktinya kasus penularan terus naik, tapi ekonomi tidak bisa pulih-pulih,” jelas dia.

Baca Juga:  Khabib Tolak Respons Taliban Kuasai Afghanistan

Di sisi lain, Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi lebih optimistis. Menurutnya, ekonomi Indonesia bisa kembali ke area 5 persen tahun ini.

Ia memiliki tiga skenario pertumbuhan ekonomi tahun ini. Untuk skenario optimis, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 6 persen pada 2021.

Lalu, skenario moderat pertumbuhan ekonomi di angka 4,8 persen dan skenario pesimis di level 3,5 persen. Dari berbagai skenario itu, Fithra meyakini ekonomi Indonesia tumbuh positif pada 2021.

Meski ia lebih percaya pada skenario optimis yang dibuatnya, tetapi Fithra menyebut hal tersebut bisa terjadi dengan beberapa syarat. Pertama, percepatan vaksinasi.

“Harus ada intervensi dari sisi kesehatan. Vaksinasi penting sekali, butuh berapa lama suntik 180 juta orang. Kalau lebih dari satu tahun ini akan kehilangan momentum dan pemulihan ekonomi bisa lebih lama,” ujar Fithra.

Baca Juga:  Antusiasme Siswa SMA Negeri 1 Simpang Ulim Sambut Mobil Pusling

Kedua, penambahan stimulus. Fithra berpendapat angka ideal untuk penyaluran stimulus tahun ini sebesar Rp1.000 triliun. Angka itu jauh lebih besar ketimbang dana penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang disiapkan pemerintah tahun ini sebesar Rp553,09 triliun.

Jangan pelit. Pengalaman negara maju saja 30 persen dari produk domestik bruto (PDB), Amerika Serikat (AS) di atas 10 persen, Jepang 21 persen dari PDB, dan Malaysia hampir 10 persen dari PDB. Stimulus yang diberikan pemerintah Indonesia masih di bawah rata-rata dunia,” tutur Fithra.

Menurut Fithra, penyaluran stimulus harus diberikan ke seluruh sektor dan kalangan masyarakat secara merata. Hal ini agar terjadi pemulihan di seluruh sektor dan berbagai kelompok masyarakat.

“Bantuan langsung tunai (BLT) bermanfaat untuk masyarakat 40 persen dengan pendapatan paling bawah, untuk kelas menengah atas harus diperbanyak bantuan untuk sektor korporasi,” pungkas Fithra.(Aud/Bir)

Sumber:CNN Indonesia

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Hendra Budian Harus bercontoh kepada Kapolda dan Pangdam IM

Hendra Budian Harus bercontoh kepada Kapolda dan Pangdam IM

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Kesehatan   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Partai Gabthat Adakan Musyawarah Pengurus DPD Se-Aceh

Partai Gabthat Adakan Musyawarah Pengurus DPD Se-Aceh

Daerah
Kadis DKP Aceh Terima Kunjungan Kerja Anggota Komisi B DPRK Kota Sabang

Kadis DKP Aceh Terima Kunjungan Kerja Anggota Komisi B DPRK Kota Sabang

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News
Sekda Minta Wali Kelas Selalu Dampingi Siswa saat Divaksin Covid-19

Sekda Minta Wali Kelas Selalu Dampingi Siswa saat Divaksin Covid-19

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Menteri Trenggono Pacu Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

Menteri Trenggono Pacu Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Dukung Disdik Aceh, Kapolda: Semua Pihak Harus Terlibat Perangi Covid-19

Dukung Disdik Aceh, Kapolda: Semua Pihak Harus Terlibat Perangi Covid-19

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News
Kadisdik: “Kami Faham tidak Mudah, Tapi Kita Akan Berupaya Bersama-Sama”

Kadisdik: “Kami Faham tidak Mudah, Tapi Kita Akan Berupaya Bersama-Sama”

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Pendidikan   Trend
SKK Migas Bersama BPMA Adakan Pertemuan Bersama Gubernur Aceh

SKK Migas Bersama BPMA Adakan Pertemuan Bersama Gubernur Aceh

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Kadis DKP Aceh Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di PPS Lampulo

Kadis DKP Aceh Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di PPS Lampulo

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
ALC Siap Dampingi Kepsek yang Dipecat Oleh Kadisdik Aceh

ALC Siap Dampingi Kepsek yang Dipecat Oleh Kadisdik Aceh

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Pendidikan   Trend