- 12 April 2021

Pengamat, Investasi di Aceh Sulit Terealisasi

Pengamat, Investasi di Aceh Sulit Terealisasi
Gambar Ilutrasi Pengembangan Kawasan Pariwisata Pulau Banyak Aceh Singkil, (Doc:Istimewa)  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama anggota DPRA dan para staf Ahli kembali melakukan kunjungan ke Abu Dhabi, tujuan Nova berkunjung kesekian kalinya ke Negara tersebut menindak lanjuti rencana pihak UEA melakukan investasi di Pulau Banyak Aceh Singkil dibidang pariwisata. Namun hal tersebut masih diragukan oleh pengamat Aceh, Usman Lamreung.

Menurut Usman, investasi di Aceh sulit terwujud, kita belajar dari pengalaman sebelumnya, sudah banyak investasi yang digagas oleh Pemerintah Aceh pada periode sebelumnya, namun hasil Nihil, kata Usman, kepada Media News Analisa, Pada Senin, (12/4/2021).

Perdamaian Aceh sudah memasukin 16 tahun, untuk mengisi perdamaian harapan rakyat Aceh untuk membangun kembali Aceh dari keterpurukan, akibatkan konflik senjata berkepanjangan serta bencana Alam Gempa dan Tsunami pada tahun 2004 silam dengan berbagai sektor.

Untuk mengejar dari ketertinggalan dengan daerah lain, sudah pasti banyak terobosan kebijakan oleh pemerintah Aceh tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah (RPJM).

Dengan dana Otsus yang berlimpah, Aceh kembali bergeliat, membangun kembali peradaban baru, setelah konflik dan Tsunami sudah tiga kali rotasi kepemimpinan melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) namun hingga saat ini Aceh masih juara pertama termiskin di Sumatera.

Banyak sektor yang ingin dikembangkan oleh pemerintah Aceh, untuk membuka lapangan kerja baru, dengan membuka Kawasan Indutri Aceh (KIA) di Ladong Aceh Besar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe, Badan Penguasaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Destinasi Wisata Bahari, Badan Pengelolaan Migas Aceh dan berbagai program lainnya.

Namun gagas tersebut semuanya Belum pernah tercapai, Nihil tidak ada hasil yang dapat bermanfaat untuk masyarakat Aceh. Padahal anggaran APBA Aceh sudah terkuras mencapai ratusan miliar.

“Berbagai pengembangan kawasan disektor tersebut di atas, ditambah dengan kewenangan kekhususan Aceh, namun ironisnya sampai saat ini, Aceh belum mampu keluar dari kemiskinan dan belum sepenuhnya yang ingin di capai mampu direalisasikan, belum berdampak pada pertumbuhan di sektor industri, pertambangan, minyak dan gas, pelabuhan bebas sabang, destinasi wisata,” kata Usman.

Sepertinya banyak program-program yang dicetuskan Pemerintah Aceh lebih hanya pada slogan, serimonial formal, popularitas dan simbolis saja. Yang kita sanyangkan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Aceh Besar, sejak tahun 2019 diresmikan oleh Plt Gubernur Nova Iriansyah saat itu, hingga sekarang belum ada satupun Industri yang berjalan.

“Malah lebih parah lagi, KIA sudah jadi besi tua dan kawasan industri kosong tanpa aktivitas industri. Dulu memang sudah ada yang berkeinginan berinvestasi dan mengelola Kawasan Industri Aceh (KIA) oleh Ismail Rasyid putra Aceh, namun akibat belum beresnyan berbagai kebutuhan dasar, akhirnya PT Trans Container angkat kopor dari KIA Ladong,”

Lambatnya pertumbuhan dan perkembangan pusat Industr di Aceh, belum berminat pemodal berinvestasi tidak terlepas masalah internal yang belum selesai seperti sektor jasa, pelayanan, kepastian hukum, keamanan dan lainnya. Berbagai masalah tersebut sepertinya belum diselesaikan dengan tuntas dari hulu ke hilir, termasuk reformasi birokrasi. “Lambatnya penyelesaian perizinan dan mekanisme yang berbelit-belit banyak para investor yang datang urung berinvestasi di Aceh,”

Lawatan ke Dhubai

Lawatan dan kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah Aceh sejak pemerintahan Irwandi pertama hingga pemerintahan Nova Iriansyah sekarang ini, belum ada satupun yang mampu menyakini para investor untuk menanamkan modalnya di Aceh, kecuali Uni Emirat Arab, Hal tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Pusat (Presiden Jokowi dan Menko Maritim) Uni Emirat Arab (UEA) merespon dan serius Investasi sektor parawisata di Pulau Banyak.

Lawatan ke Belanda, Turki, India, Jepang, Singapura, Eropa dan berbagai negara lainnya, sepertinya tidak ada realisasi, respon dari para investor. Sepertinya kunjungan Pemerintah Aceh, terus gagal mencari investor, biarpun miliyaran anggaran dihabiskan, namun tak ada hasil apapun, sepertinya tim masih lemah dalam membangun komunikasi dengan pihak Asing.

“Sudah banyak MoU pemerintah Aceh dengan pihak Asing, sebagai contoh kerjasama dengan India untuk membangun rumah sakit di Sabang, namun sepertinya kerjasama India dan Aceh hanya sesuwil kertas, Investasi yang digagas sebelumnya hanya sebatas pemberitaan di media-media, namun tindak lanjut pada tahap berikutnya,”

Begitu juga dengan lawatan pemerintah Aceh berbagai negara lainnya, tak ada hasil dan realisasi akhirnya rakyat semakin tak percaya pada kerja-kerja pemerintah Aceh, padahal anggaran sudah banyak dihabiskan.

Kepercayaan rakyat Aceh harus dipenuhi dengan menuntaskan program kerja yang telah disusun, untuk membuktikan pada rakyat bahwa kunjungan dan lawatan ke berbagai negara yang sudah dilakukan pemerintah Aceh tidak sia-sia untuk membangun sektor pariwisata di pulau banyak Aceh Singkil, (Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Peserta Tour de Aceh Etape I Mulai Latihan Adaptasi

Peserta Tour de Aceh Etape I Mulai Latihan Adaptasi

Advertorial   Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Sebanyak 110 Orang Disuntik Pada Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama Usai Idul Fitri

Sebanyak 110 Orang Disuntik Pada Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama Usai Idul Fitri

Berita   Daerah   Kesehatan   Nasional   News   Trend
Gubernur Aceh Nova Iriansyah Ikut Rakernas APPSI di Bali

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Ikut Rakernas APPSI di Bali

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Pemerintah Aceh Teken Kontrak 157 Paket Proyek APBA 2022 Tahap ke-3

Pemerintah Aceh Teken Kontrak 157 Paket Proyek APBA 2022 Tahap ke-3

Berita   Daerah   Epaper   Nasional   News   Trend
Sekda Tinjau UPTD Rumah Kemasan Aceh

Sekda Tinjau UPTD Rumah Kemasan Aceh

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Hari Pertama Kerja Pasca Cuti Lebaran, Tingkat Kehadiran ASN Aceh Hampir 100 Persen

Hari Pertama Kerja Pasca Cuti Lebaran, Tingkat Kehadiran ASN Aceh Hampir 100 Persen

Advertorial   Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Pemerintah Gampong Pie Santuni Anak Yatim dan Santri Dayah

Pemerintah Gampong Pie Santuni Anak Yatim dan Santri Dayah

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Soal Perlambat IJOP MUQ Bustanul Ulum, Kepala Kemenag Langsa Berpotensi Pidana

Soal Perlambat IJOP MUQ Bustanul Ulum, Kepala Kemenag Langsa Berpotensi Pidana

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
DPP KAMPUD Serahkan Santunan untuk Korban Kecelakaan Perlintasan Kereta Api

DPP KAMPUD Serahkan Santunan untuk Korban Kecelakaan Perlintasan Kereta Api

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Tingkatkan Silaturahmi, Partai Golkar Kota Langsa Buka Puasa Bersama

Tingkatkan Silaturahmi, Partai Golkar Kota Langsa Buka Puasa Bersama

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Politik   Trend