News Analisa - Selasa, 22 Maret 2022

Pengamat Ekonomi: “Memalukan” Alokasi Anggaran APBA untuk Muktamar IDI 2 Miliar 

Pengamat Ekonomi: “Memalukan” Alokasi Anggaran APBA untuk Muktamar IDI 2 Miliar 
Dr. Taufik A Rahim, Pengamat Ekonomi dan Politik Aceh.  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh, News Analisa – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai organisasi profesi dan memiliki anggota dan pengurus yang memiliki banyak uang dan kekayaan yang berlimpah, ternyata untuk Muktamar IDI ke-XXXI di Banda Aceh yang berlangsung sekitar selama 3 hari (22-25 Maret 2022) mendapatkan kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) sebanyak Rp 2 miliar. Hal ini dikatakan Pengamat Ekonomi Aceh, Dr. Taufik A Rahim, pada Selasa (22/03/2022).

Taufik, menerangkan alokasi APBA untuk Muktamar IDI, sangat menyayat hati dan miris, organisasi profesi yang sarat dengan kelimpahan serta kelebihan dana yang semestinya memberikan sumbangan sebahagian hartanya untuk kehidupan rakyat Aceh yang miskin dan termiskin di Sumatera (15,34%), dan banyak pengangguran dan bertambahnya pengangguran dampak selama Covid-19 sekitar 280 ribu orang disamping akumulasi pengangguran selama ini ditambah dengan pengangguran usia kerja sekitar 800 ribu lebih, kondisi kesehatan dan kesejahteraan masih sangat jauh dari realitas sejahtera dan makmur yang sesungguhnya.

Baca Juga:  Putin Sebut Sanksi AS Hanya Buat Rusia Semakin Cerdik

Selain itu lanjut Taufik, juga polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang akan segera berakhir pada 1 April 2022 karena konsekwensi polemik politik anggaran dan kepentingan elite Aceh, maka tidak dianggarkan dalam kelanjutan APBA 2022, ternyata untuk belanja alokasi Muktamar IDI XXXI ada alokasi anggaran perhelatannya sebanyak Rp 2 miliar.

“Sungguh sangat miris dan mengecewakan rakyat Aceh, dalam kondisi kehidupan dan jaminan pelayanan kesehatan tanpa kejelasan nantinya, ada organisasi profesi tega, sampai hati memanfaatkan anggaran belanja publik APBA 2022 untuk ambisi dan nafsu politik dan kekuasaan orang tertentu,” ungkap Taufik.

Baca Juga:  Sekda se Aceh Tegaskan Komitmen Tingkatkan MCP 2021

“Apakah ada jaminan organisasi profesi IDI memperjuangkan JKA dan jaminan layanan kesehatan lainnya untuk masyarakat Aceh, sehingga mengurangi beban biaya dan kesulitan hidup rakyat Aceh yang miskin, susah dan tidak berdaya terhadap biaya kesehatan yang semakin mahal,” tegasnya.

Harapannya, penggunaan dana dari alokasi APBA Rp 2 miliar untuk organisasi profesi dari orang-orang memiliki harta dan banyak uang tersebut, agar juga berfikir ditengah kesusahan hidup rakyat di Aceh dan akan segera betakhirnya JKA 1 April 2022.

Terketuk hatinya untuk memiliki empati kepada rakyat Aceh yang saat ini jauh dari kesejahteraan jika sakit akan tidak mendapatkan lagi jaminan layanan kesehatan gratis (bagi yang miskin dan kurang mampu) yang selama ini telah dinikmati dari bahagian dana otonomi khusus kompensasi dari konflik Aceh selama 32 tahun, atau pasca Aceh Damai 15 Agustus 2005 yang lalu.

Baca Juga:  Demokrat: Jika Jokowi Minta Dikritik, UU ITE Harus Direvisi

Taufik juga menambahkan, disamping isu kemiskinan di Aceh beberapa tahun terakhir semakin memprihatinkan, karena kekayaan di Aceh serta sumber daya ekonomi dikuasai oleh orang-orang dan kelompok tertentu, sehingga keadilan dan pemerataan pendapatan rakyat Aceh sangat timpang dan penuh dengan ketidakadilan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Sebagaimana diketahui pemerintah Aceh mengalokasi anggaran sebesar 2 miliar untuk kegiatan Muktamar IDI, Ini dapat dilihat dalam laman  lpse.acehprov.go.id sebagai alokasi anggaran pada Dinas Kesehatan Aceh. Demikian ungkap Taufik.***


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Bantu Ketersediaan Stok Darah di PMI, Bank Aceh Peduli Gelar Donor Darah

Bantu Ketersediaan Stok Darah di PMI, Bank Aceh Peduli Gelar Donor Darah

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
PT Bank Aceh Mendapat Sertifikasi SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

PT Bank Aceh Mendapat Sertifikasi SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Perdana, Ombudsman Goes To School ke MIN Lhong Raya

Perdana, Ombudsman Goes To School ke MIN Lhong Raya

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend   Wisata
Syukur Trik Menggapai Nikmat

Syukur Trik Menggapai Nikmat

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Ketua DPR Aceh Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Aceh Utara

Ketua DPR Aceh Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Aceh Utara

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Politik
Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Inflasi, Penjabat Gubernur Tinjau Pasar Lambaro

Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Inflasi, Penjabat Gubernur Tinjau Pasar Lambaro

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Rektor USK Lantik Pejabat dengan SOTK

Rektor USK Lantik Pejabat dengan SOTK

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Sekda Bustami Hadiri Seminar Nasional Akselerasi Pembangunan Ekonomi Aceh

Sekda Bustami Hadiri Seminar Nasional Akselerasi Pembangunan Ekonomi Aceh

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Pengamat Politik Aceh “KPK Mesti Tangkap Episode Pemimpin Lanjutan”

Pengamat Politik Aceh “KPK Mesti Tangkap Episode Pemimpin Lanjutan”

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Politik   Trend
Polda Aceh Benarkan Adanya Penangkapan DPO KPK di Aceh

Polda Aceh Benarkan Adanya Penangkapan DPO KPK di Aceh

Berita   Daerah   Hukum   Nasional   News   Trend