- 12 April 2022

Pemerintah Kota Subulussalam Laksanakan Kegiatan Rencana Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN-PASTI)

Pemerintah Kota Subulussalam Laksanakan Kegiatan Rencana Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN-PASTI)
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Provinsi Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd menghadiri serta memberi materi pada kegiatan rencana percepatan penurunan angka Stunting (RAN-PASTI). Pada Selasa (12/04/2022).  
Penulis
|
Editor

Kota Subulussalam, News Analisa – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Provinsi Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd menghadiri serta memberi materi pada kegiatan rencana percepatan penurunan angka Stunting (RAN-PASTI) dan Serah terima data keluarga sasaran menurut potensi resiko Stunting dan Kegiatan Implementasi El Simil tingkat Kota Subulussalam yang dilaksanakan di Aula Bappeda kota Subulussalam, Selasa (12/04/2022).

Pada kegiatan tersebut turut hadir Walikota Subulussalam H.Alfan Alfian Bintang, SE, Ketua MPU, Kepala Bapeda, Kepala Badan pendapatan dan kekayaan daerah, Kepala dinas kesehatan, Kepala DP3AKB, Kepala Dinas pangan, Kepala Dinas PUPR, Direktur RSUD, Kepala BPS, Kementerian Agama, Technical Assistant Satgas percepatan penurunan Stunting Wilayah Kota Subulussalam-Wilayah Kabupaten Aceh Singkil dan Para narasumber kegiatan Implementasi Elsimil tingkat Kota Subulussalam.

Dalam sembutanya Walikota mengajak kepada semua fihak dari seluruh unsur dan tingkatan wilayah Kota, Kecamatan dan Desa untuk secara serius dan bersama – sama berkomitmen dengan apa yang telah kita rancang hendaknya dapat dilaksanakan secara optimal dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kota Subulussalam ini, data yang kami terima dari petugas lini lapangan Keluarga Berencana bahwa 20.000 (dua puluh ribu) lebih Keluarga yang berdomisili di 5 (lima) Kecamatan dalam Kota Subulussalam 12.000 (dua belas ribu) diantaranya berpotensi Stunting dari hasil Studi Status GIzi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Nasional berada di angka 24,04 persen sementara provinsi Aceh berada di angka 33,2 dan Kota Subulussalam 41,8 tertinggi kedua setelah Kabupaten Gayo Lues.

Oleh karenanya melalui kegiatan ini kami mengapresiasi jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana yang telah menginisiasi kegiatan ini, muda mudahan dengan data yang memadai gerakan bersama seluruh stakeholder percepatan penurunan Stunting di Kota Subulussalam dapat segera teratasi dengan baik pungkasnya.

Lebih lanjut Kepala BKKBN Aceh dalam arahannya menegaskan sejak diterbitkannya Perpres No. 72/2021 BKKBN ditunjuk sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting di Indonesia dan secara otomatis tugas kita semakin bertambah oleh karenanya BKKBN Aceh tidak akan mampu mengemban amanah ini tanpa dukungan dari semua pihak.

Oleh karenanya dengan telah diserah terimakan Data Keluarga Sasaran Berpotensi Resiko Stunting ini nantinya akan lebih mudah stakeholder yang terkait dalam mengintervensikan di lapangan dan saat ini Kota Subulussalam telah memiliki 246 kader sebagai Tim Pendamping Keluarga TPK dan ditambah satu Technical Assistant Satgas percepatan penurunan Stunting yang siap bekerja di lapangan.

Untuk kegiatan Implementasi Aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Nikah tersebut dipandu Koordinator Bidang KS/PK BKKBN Aceh Faridah, SE, MM dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Subulussalam Yusmaniar, SP dengan peserta Kepala Puskesmas dan Kepala KUA di masing masing wilayah dalam kota Subulussalam, adapun materi yang disampaikan antara lain dengan tema “Peran Aktif Bappeda dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting.***


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini