- 17 Maret 2021

Pemerintah Aceh Bersama KADIN akan Menggelar Konggres Saudagar Aceh ke-II

Pemerintah Aceh Bersama KADIN akan Menggelar Konggres Saudagar Aceh ke-II
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh, Indra Azmi SE. 17/3/2021. (Foto:Istimewa/News Analisa)  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh – Pemerintah Aceh bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Aceh akan menggelar kembali Kongres Saudagar Aceh tahap II. Setelah sukses Kongres Saudagar Aceh I tahun 2000 lalu, kini rencananya  akan menyelenggarakan Kongres Saudagar Acveh tahap ke II pada tahun 2022.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh, Indra Azmi SE kepada Media News Analisa, mengatakan pertemuan seribu saudagar Aceh pada tahun 2022, dalam rangka menyambung kongres I yang sudah sukses dulunya dibuka mantan wakil presiden Jusuf Kalla. Rabu(17/3/2021)

Kongres ke II untuk menyambung kembali tali silaturrahmi antara saudagar Aceh yang ada diluar, dan mereka kita minta pulang dalam rangka konstribusinya bagi pembangunan dunia usaha di Aceh.

“Kalau dulu datang pak Yusuf Kalla, mungkin nanti kalau ada waktu Presiden Jokowi Dodo yang buka Konggres ke II,”

Indra Azmi juga menjelaskan, dunia usaha di Aceh terus berusaha bangkit dengan berbagai sektor usaha, apalagi masa pandemi Covid-19 sehingga harus kerja keras untuk dapat mengembangkan usahanya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua (KADIN) Aceh, sangat merindukan menu-menu kulier tradisional Aceh, seperti, Tooet Apam, Kue Leumang, Beuleukat Kuneng, Thimphan. Pada prinsipnya menu tersebut merupakan khas makanan Aceh, pada umumnya bisa kita dapatkan di acara kanduri di desa-desa (Gampong) yang ada di Aceh.

KADIN Aceh, juga terlibat dalam IMT-GT pertama tahun pertama, kemudian hasil rekomendasi dari saudagar kepada Pemerintah Pusat dan Daerah. Aceh dapat membuka rute penerbangan ke Penang dan Kuala Lumpur.

Semoga niat baik untuk memajukan Aceh lewat perdagangan dengan perpaduan khas kuliner Aceh akan semakin bangkit ke depan. Khususnya pendapatan masyarakat di daerah Aceh yang bergelut dalam usaha skala rumah tangga. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar