www.newsanalisa.com - April 3, 2021

Miss Myanmar Serukan Gerakan Anti-Kudeta di Kontes Kecantikan

Miss Myanmar Serukan Gerakan Anti-Kudeta di Kontes Kecantikan
Gambar, Tangkapan Layar Instagram Milik @hann_may  
Penulis
|
Editor

Internasional – Model asal Myanmar, Han Lay, menyerukan pemberontakan sipil terhadap junta militer saat berpidato di kontes kecantikan Miss Grand Internasional yang digelar di Thailand pada Jumat (2/4).

Perempuan 22 tahun itu menjadi perwakilan Myanmar dalam kontes kecantikan tersebut. Meski tidak menang, Han Lay menjadi salah satu kontestan paling dikenal lantaran pidato emosionalnya terkait kekerasan yang tengah terjadi di negaranya  sejak kudeta 1 Februari berlangsung.

Dalam pidatonya, Han Lay menyerukan ‘bantuan internasional’ untuk negaranya setelah hari paling berdarah di Myanmar pada Sabtu pekan lalu terjadi, di mana 114 orang tewas akibat bentrokan pedemo dan aparat keamanan, dikutip dari CNN Indonesia, pada Sabtu, (3/4/2021).

Baca Juga:  Gubernur Aceh Mutasi 16 Pejabat Eselon II, Ini Nama-namanya

Han Lay menegaskan, rekan-rekan seperjuangannya di Myanmar tidak akan mundur dari gerakan anti-kudeta.

“Saya hanya bisa berkata, warga Myanmar tidak akan pernah menyerah. Mereka mengatakan pada saya bahwa mereka akan terus berjuang di jalanan dan saya pun tetap berjuang dengan cara saya sendiri melalui panggung ini,” kata Han Lay.

“Saya pikir jika kita tidak menyerah, kita akan menang,” paparnya menambahkan.

Dikutip Reuters, setidaknya lebih dari 550 orang tewas sejak kudeta berlangsung. Demonstrasi anti-junta militer terus meluas dan aparat keamanan pun semakin brutal menghadapi demonstran.

Sebagian besar korban tewas dari kekerasan aparat adalah pemuda yang lahir sekitar tahun 2000-an.

Baca Juga:  Bentrokan Polisi dangan Pedemo Myanmar Kembali Telan Korban Jiwa

Han Lay mengatakan, saat berpidato, ia tak sanggup menahan emosinya, terutama kesedihan mengingat ratusan warga yang tewas akibat kekerasan aparat.

“Saya mengendalikan perasaan saya saat itu karena saya perlu berbicara selama dua atau tiga menit kepada seluruh dunia,” katanya.

“Saya perlu berbicara. Saya banyak menangis dan juga sepanjang malam ketika saya kembali ke kamar saya, saya banyak menangis. Sampai sekarang ketika saya berbicara tentang Myanmar saya juga banyak menangis.”

Han Lay mengaku bahwa dia tidak dapat fokus menjalani kompetisi dan merasa bersalah tentang orang-orang yang menderita di kampung halaman.

“Ratu kecantikan perlu tersenyum setiap saat, perlu terhubung dengan setiap orang, secara pribadi,” ujar Han Lay.

Baca Juga:  Ulah Selebgram Aceh yang Dihujat Netizen Usai Bikin Kerumunan buka Suara

“Saya tidak bisa bahagia di sini karena [selama] saya melakukan aktivitas sehari-hari di sini, banyak sekali orang yang meninggal di Myanmar,” ucapnya menambahkan.

Pemberontakan yang dilakukan Han Lay dalam pidatonya itu secara langsung memposisikan dirinya dalam bahaya dari junta militer.

Pendiri kompetisi Miss Grand International, Nawat Itsaragrisil, mengatakan bahwa keputusan Han Lay untuk menentang junta berarti dia harus tinggal di luar negeri.

“Jika dia akan kembali ke Myanmar sekarang, dia tidak akan kembali ke rumah, dia akan masuk penjara,” katanya.

Sumber: CNN Indonesia

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

SKK Migas Bersama BPMA Adakan Pertemuan Bersama Gubernur Aceh

SKK Migas Bersama BPMA Adakan Pertemuan Bersama Gubernur Aceh

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Kadis DKP Aceh Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di PPS Lampulo

Kadis DKP Aceh Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di PPS Lampulo

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
ALC Siap Dampingi Kepsek yang Dipecat Oleh Kadisdik Aceh

ALC Siap Dampingi Kepsek yang Dipecat Oleh Kadisdik Aceh

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Politisi Demokrat Inggatkan Kadisdik Aceh: Tidak Bertindak  di Luar Batas

Politisi Demokrat Inggatkan Kadisdik Aceh: Tidak Bertindak di Luar Batas

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Ketua Komisi VI DPRA : Tidak Patut Kadisdik Aceh Ancam Kepala Sekolah Untuk Vaksinasi Siswa

Ketua Komisi VI DPRA : Tidak Patut Kadisdik Aceh Ancam Kepala Sekolah Untuk Vaksinasi Siswa

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Soal Vaksinasi, Fauzan Azima: Pemimpin Itu Harus Tegas

Soal Vaksinasi, Fauzan Azima: Pemimpin Itu Harus Tegas

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Personel Polres Aceh Timur Bergerak Cepat Amankan Seorang Agen Chip

Personel Polres Aceh Timur Bergerak Cepat Amankan Seorang Agen Chip

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Trend
Tokoh Adat Aceh: Gestur Tubuh Gubernur di Hadapan Presiden Bentuk Ta’dzim Kepada Pimpinan

Tokoh Adat Aceh: Gestur Tubuh Gubernur di Hadapan Presiden Bentuk Ta’dzim Kepada Pimpinan

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
2 Prodi Fakultas Kedokteran Hewan USK Terakreditasi Unggul

2 Prodi Fakultas Kedokteran Hewan USK Terakreditasi Unggul

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan
Terima Audiensi Tim P3D Simeulue, Kadis DKP Aceh : Peralihan Aset Tetap Harus Memberikan Dampak Positif Bagi Daerah

Terima Audiensi Tim P3D Simeulue, Kadis DKP Aceh : Peralihan Aset Tetap Harus Memberikan Dampak Positif Bagi Daerah

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend