- February 7, 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Gugat Boeing Bertambah

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Gugat Boeing Bertambah
Keluarga korban Kecelakaan pesawat menabur bunga korban Sriwijaya Air SJ182. (Pradita Utama/detikcom)  
Penulis
|
Editor

Jakarta – Jumlah keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 menggugat perusahaan Boeing di Chicago, Amerika Serikat, bertambah. Gugatan dilayangkan melalui kantor hukum Lex Justitia di Jakarta yang bekerja sama dengan kantor pengacara yang berpusat di Chicago, Nolan Law Group.

“Iya betul. Kami sudah berikan kuasa kepada Nolan untuk melakukan gugatan,” kata salah satu perwakilan keluarga korban Sriwijaya SJ182, Slamet Bowo, seperti dikutip di detikcom, Minggu (7/2/2021).

Bowo adalah adik kandung dari politikus Hanura sekaligus mantan Ketum PB HMI, Mulyadi P Tamsir yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu. Ia berharap gugatan ini dapat mengobati luka keluarga atas kepergian kakaknya.

“Apa pun hasilnya nanti semoga bisa mengobati luka keluarga kami meski kakak saya tidak akan kembali,” ujar Bowo.

Di lansir dari Detik News.com, Konsultan hukum Pratisman, yang tergabung dalam Lex Justitia, menyebutkan saat ini timnya masih berada di lapangan untuk mengakomodasi gugatan keluarga korban Sriwijaya Air SJ182 lainnya. Sejauh ini pihaknya telah menerima kuasa dari 10 keluarga korban SJ182.

Baca Juga:  GEMA Dukung Usulan Gubernur Aceh Dengan Dua Model Sistem Bank

“Itu ada 10 (keluarga korban) yang udah masuk, semuanya kan. Mungkin setelah Senin nanti baru kita masukkan lagi. Nunggu petisinya juga, ini kan libur soalnya,” jelas Pratisman saat dihubungi terpisah.

Pratisman mengatakan, dari 10 keluarga korban itu, hanya satu yang berkenan untuk mengungkap namanya. Pratisman mengatakan keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum.

“Karena yang bersedia menyebutkan kan Pak Bowo dalam hal ini. Apalagi mereka memilih kita karena ada arahan dari, mereka kan keluarga besar HMI. Jadi mereka pilih kita karena sama-sama keluarga HMI jadi mereka berani. Kalau yang lain mereka nggak berani disebutkan. Nggak apa-apa 10 juga karena yang lain kita tunggu kelengkapan berkasnya,” tuturnya.

Pratisman mengatakan gugatan kepada Boeing ini sudah diajukan di Amerika Serikat. Selanjutnya akan menunggu apakah akan dilakukan mediasi atau lanjut ke pengadilan.

Baca Juga:  Kadis DKP Aceh Terima Kunjungan Investor

“Sudah (diajukan), kan jenis kasusnya satu, sama-sama keluarga korban. Hanya naik satu petisi keluarga korban nggak masalah. Makanya yang lain bisa menyusul karena begitu mereka membayar atau setelah masuk somasi, ini kan ada kemungkinan mereka damai-damai dulu atau mediasi dulu sebelum masuk di pengadilan,” kata dia.

“Nanti ‘mana keluarga korban yang kalian wakili?’, nah ini ada. Baru dihitung porsi masing-masing keluarga, karena masing-masing potensi keluarga itu kan beda-beda ya,” sambungnya.

Pengacara Keizerina Devi, yang juga tergabung dalam Lex Justitia, menuturkan pihaknya akan memperjuangkan hak keluarga dalam mendapatkan keadilan. Nantinya ia akan menyelidiki semua aspek hukum yang menyebabkan kecelakaan penerbangan, dari penyebab kecelakaan hingga kelalaian.

“Kami sepenuhnya memahami bahwa sebanyak apa pun nominal pertanggungan yang diterima keluarga korban tidak akan bisa mengembalikan nyawa yang hilang. Tetapi perlu diketahui bahwa ada hak yang lebih proporsional yang bisa diraih oleh keluarga korban, yaitu dengan menggugat perusahaan Boeing melalui pengacara terpercaya di Amerika.” Ujar Devi.

Baca Juga:  Pemerintah Aceh Fasilitasi Putra Putri Belajar di Politeknik Pelayaran Malahayati

Sebelumnya, 3 keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air S182 yang menggugat Boeing ke Pengadilan Circuit Cook County, Illinois, AS. Nama mereka sudah terdaftar di sana untuk mengikuti persidangan.

Persidangan akan dilakukan di Amerika Serikat. Namun penggugat, yang merupakan keluarga korban kecelakaan pesawat, tak perlu hadir dalam persidangan. Semua dilakukan lewat pengacara.

“Kami yang mengurus semua dokumennya,” ujar Ernie Auliasari dari Firma Hukum Wisner, yang mewakili 3 keluarga korban kepada detikTravel.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 lepas landas pada 9 Januari 2020 dari Bandara Soekarno-Hatta. Namun setelah 4 menit lepas landas, pesawat tersebut hilang kontak. Beberapa saat kemudian, dikonfirmasi bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengangkut 62 orang yang terdiri atas 6 kru, 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.(Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Hadiri Peringatan Puncak Harkannas ke 8 Secara Virtual

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Hadiri Peringatan Puncak Harkannas ke 8 Secara Virtual

Berita   Daerah   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Peringati Harkannas ke 8, DKP Aceh Gelar Lomba Adu Masak Ibu Hebat

Peringati Harkannas ke 8, DKP Aceh Gelar Lomba Adu Masak Ibu Hebat

Berita   Daerah   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Cucu Sultan Aceh, Sampaikan Terima Kasih kepada Anis Baswedan Atas Peresmian Jalan Laksamana Malahayati

Cucu Sultan Aceh, Sampaikan Terima Kasih kepada Anis Baswedan Atas Peresmian Jalan Laksamana Malahayati

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Lifestyle   Nasional   Trend
KKP Dorong Pemerintah Daerah Segera Susun Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus

KKP Dorong Pemerintah Daerah Segera Susun Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Peringati Harkannas 2021, KKP Ingatkan Pentingnya Konsumsi Ikan Segar

Peringati Harkannas 2021, KKP Ingatkan Pentingnya Konsumsi Ikan Segar

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Menteri Trenggono Pastikan Pengawasan Terintegrasi, Dalam Program Ekonomi Biru

Menteri Trenggono Pastikan Pengawasan Terintegrasi, Dalam Program Ekonomi Biru

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Lifestyle   Nasional   News   Trend
JPU Ubah Tuntutan 1 Tahun Penjara Terhadap Istri Marahi Suami, Kini Menjadi Bebas

JPU Ubah Tuntutan 1 Tahun Penjara Terhadap Istri Marahi Suami, Kini Menjadi Bebas

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Laksamana Malahayati Jadi Nama Jalan di Jakarta, Pemerintah Aceh Sampaikan Terima kasih

Laksamana Malahayati Jadi Nama Jalan di Jakarta, Pemerintah Aceh Sampaikan Terima kasih

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Peringati Harkannas Ke 8, Ketua Forikan Aceh Serahkan Sertifikat Halal untuk UMKM di Leupung

Peringati Harkannas Ke 8, Ketua Forikan Aceh Serahkan Sertifikat Halal untuk UMKM di Leupung

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Trend   Wisata
Bank Aceh Raih Penghargaan Indonesia Award Magazine

Bank Aceh Raih Penghargaan Indonesia Award Magazine

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend