- 21 Februari 2022

Kasus Korupsi Beasiswa “Mahasiswa Terzalimi” Aktor Utama Sepertinya Kebal Hukum

Kasus Korupsi Beasiswa “Mahasiswa Terzalimi” Aktor Utama Sepertinya Kebal Hukum
Kepala Penelitian Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Taufiq A Rahim (Doc: Istimewa/News Analisa)   
Penulis
|
Editor

Banda Aceh, Newa Analisa – Pengamat Politik dan Ekonomi Aceh, Dr. Taufik A Rahim, menyatakan mencuatnya kembali kasus penerima beasiswa 2017 yang dinyatakan merugikan uang negara, sementara itu para koruptor atau elite politik, lembaga penyalur beasiswa juga penanggung jawabnya yaitu Pemerintah Aceh, sebahagian ada yang sudah diperiksa. Hal ini disampaikan Taufik, kepada media newsanalisa.com, Senin (21/02/2022).

Namun kini mencuat lagi dikarenakan 400 mahasiswa penerima beasiswa dinyatakan berpotensi terjerat kasus hukum, 38 orang sudah mengembalikan sesuai dengan himbauan Polisi Daerah (Polda) Aceh, katanya melalui posko pengembalian, sehingga kasus ini menjadi tanda tanya besar.

Bahwa yang korupsi didiamkan tidak diperiksa dan disidangkan termasuk Pemerintah Aceh melalui Lembaga Penyalur BPSDM, serta berbagai koordinator atau agen/calo penyalur beasiswa yang getol saat itu memperjuangkan beasiswa untuk mahasiswa, membuka rekening, memotong uang beasiswa dengan alasan administrasi serta potongan lainnya.

“Banyak pihak yang terlibat. Namun hari ini yang menjadi fokus pihak polda Aceh justru kalandan para mahasiswa, karena itu kasus beasiswa ini seperti aneh dan lucu-lucu saja,” ungkap Taufik.

Jika temuan BPK-RI, BPKP Aceh dan lembaga anti korupsi ada kerugian negara terhadap pemberian beasiswa, karena ada dan tidak lengkapnya persyaratan, mengapa beasiswa itu bisa dicairkan.

“Toh syarat administrasi diperiksa, diseleksi dan diverifikasi terlebih dahulu, selanjutnya beasiswa disalurkan dan dibagi,”

Dia juga menjelaskan, namun demikian, hal ini menjadi janggal dan salah secara administrasi persyaratan, tetapi beasiswa dapat serta bisa dicairkan dengan mudah saat itu (2017l, bagaimana permainan ini bisa berlangsung, mahasiswa dapat beasiswa “banyak yang tidak utuh nominalnya”,

“Kini berpotensi terjerat hukum menjadi tersangka sekitar 400 orang (38 orang sudah mengembalikan) termasuk koordinator atau calo beasiswa, maka menjadi aneh kasus ini secara administrasi negara dan sosial-politik,” Kata Taufik.

Uang negara telah dirugikan, sebahagian besar mahasiswa telah menghabiskannya, status beasiswa yang diterima jika orang miskin, tidak mampu dan susah dapat dipastikan secara rasional dan akal pikiran orang waras, jelas tidak mungkin dikembalikan. Kemudian proses hukum atau persidangan terhadap kasus beasiswa dan elite politik, tokoh, pengelola, penyalur, orang-orang yang terlibat beberapa bulan yang lalu (tahun lalu) belum ada kejelasannya.

Sementara itu kini viral berita, mahasiswa mesti mengembalikan uang karena tidak memenuhi persyaratan, sementara itu mengapa waktu tahun 2017 bisa disahkan dan uang itu cair? Ini permainan dan pekerjaan siapa?

Kondisi Aceh dan kehidupan rakyat Aceh tidak dalam keadaan baik-baik saja, persoalan kehidupan, kasus Covid-19 yang tidak kunjung selesai dan tuntas, dampaknya ekonomi dan juga bagi kehidupan semakin berat, kemiskinan tetap juara satu Sumatera (15,34%), pengangguran meningkat atau bertambah sekitar lebih 820 ribu orang (1,3 juta pengangguran pekerja dan usia kerja), banyak persoalan sosial, ketidakadilan, ketidakseimbanga.

diungkapnya juga Taufik, ketidak jelasan pencarian nafkah sehari-hari ditengah kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan lainnya, ditambah status hukum banyak yang tidak jelas, korupsi, kolusi dan nepotisme merajalela, kini dihadirkan lagi kasus beasiswa mahasiswa Aceh yang penuh permainan dan tanda tanya besar.

“Sekarang mahasiswa ingin dikorbankan, sementara aktor utama serta pemain inti terhadap beasiswa atau elite politiknya tidak jelas terbongkar kasusnya ini,” tambahnya.

Oleh karena itu, jangan lagi ciptakan ketidakstabilan, ketidaknyamanan kehidupan rakyat Aceh, jangan kacaukan kedamaian Aceh dengan mengancam status hukum beasiswa terhadap mahasiwa yang menerimanya, uangnya sudah berada entah dimana, juga tidak menyitir atau memutarbalikkan kasus, yang seolah-olah ada yang kebal hukum, mahasiswa yang lemah dan bahagian dari masyarakat banyak dikorbankan.

Menjadi aneh, gara-gara tidak cukup persyaratan kini mencuat, yang sebelumnya ada banyak pihak yang terlibat mengolah cairnya beasiswa, saat ini isu korupsinya menyasar mahasiswa penerima, sungguh aneh dan lucu, lawakan, ditengah rakyat Aceh sedang susah, banyak kasus besar lainnya, tetapi hari nasib mahasiswa penerima beasiswa yang diuji.

Sementara aktor utama para Dewan terhormat dan para panitia, kepala BPSDM Aceh selaku pihak yang bertanggung jawab sepertinya kebal dimata hukum. Demikian ungkap Taufik.**


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini