- 12 Desember 2021

Investasi UEA Gagal, “Pengamat Ekonomi” Keledai Saja tidak Jatuh pada Lubang yang Sama

Investasi UEA Gagal, “Pengamat Ekonomi” Keledai Saja tidak Jatuh pada Lubang yang Sama
Kepala Penelitian Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Taufiq A Rahim (Doc: Istimewa/News Analisa)  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh, News Analisa – Kembali mencuat serta secara resmi investasi dari negara Uni Emirat Arab (UEA) dengan rencana usaha dari Murban Energy, ini menujukkan bahwa Pemerintah Aceh tidak paham nengenai aturan investasi internasional, hal ini disampaikan oleh pengamat Ekonomi Aceh, Dr. Taufi A Rahim, kepada media Nesw Analisa.com pada Minggu, (12/12/2021).

Pengamat Politik dan Ekonomi Aceh, Dr. Taufik, menegaskan  kegagalan investasi ini hanya mencoreng muka pemerintah dihadapan rakyat Aceh, juga aktivitas usaha ekonomi swasta internasional yang memiliki kebijakan serta strategi investasi sendiri yang bersifat liberal dan ekspansi dalam mengembangkan usaha di suatu negara.

“Prinsip usaha swasta dengan menanamkan modal dan mengembangkan usaha, secara akademik jelas memperluas aktivitas produksi ekonomi dan fungsi/faktor produksi dengan usaha yang lebih luas, besar memberikan profit (keuntungan) yang lebih besar lagi,” paparnya.

Dilanjutkan, secara prinsipil bahwa, jika intervensi dan proteksi pemerintah dengan berbagai ketentuan serta aturan alur investasi yang tidak menguntungkan, “maka pihak swasta terutama perusahaan internasional ataupun multi national corporation, tetap berprinsip tidak akan menanamkan modal atau investasi ke suatu negara arau wilayah/daerah tertentu yang tidak mampu memberikan kepastian profit atau keuntungan ekonomi,” tambah Taufik.

Maka keputusan yang paling tepat dan strategis adalah membatalkan investasi untuk menghindari resiko, akibat ketidak manpuan pihak pemerintah Aceh dalam memberikan jaminan kepastian investasi, baik secara keamanan maupun keberlangsungan jangka panjang.

Yang sangat kita sayangkan, kata Taufik, apa yang disampaikan oleh pihak pemerintah Aceh, bertolak belakang dengan rangkaian penyampaian informasi yang disampaikan oleh Pemerintah Aceh yang cenderung membohongi rakyat Aceh.

Para pengambil kebijakan serta para pemilik kekuasaan politik di Aceh sesungguhnya tidak paham kondisi, situasi, iklim serta keinginan ril usaha swasta internasional, dalam kompetisi bisnis pada skala internasional yang memerlukan strategi bisnis internasional yang mampu menjamin keuntungan besar. Konon pula  mesti mengeluarkan anggaran sebesar US$ 500 juta atau setara sekitar Rp 7,14 triliun Murban Energy (UEA).

Hal ini merupakan pengalaman serta pembelajaran kesekian kalinya, gagalnya investasi di Aceh. Ibarat pepatah Arab, “keledai saja tidak jatuh pada lubang yang sama kedua kalinya,”

Namun demikian, Pemerintah Aceh sudah berulang kali gagal memasukkan investor ke Aceh untuk berinvestasi. Ini sangat memalukan, semestinya Pemerintah Aceh mesti tahu diri, jangan. lagi melakukan “kebodohan”, kesalahan yang memalukan Aceh serta rakyat Aceh dengan kesalahan-kesalahan kebijakan yang menjatuhkan marwah, martabat dan identitas Aceh dimata internadional.

Dengan demikian, Pemerintah Aceh mesti bertanggung jawab, tahu diri dan “tahu malu”, jika tidak mampu menggait serta menciptakan daya tarik investasi ke Aceh, jangan lagi memaksakan diri dan “pamer popularitas” ternyata tidak mampu serta tidak memiliki strategi rasional ekonomi dan bisnis internasional untuk menarik investasi asing.

Taufik juga menambahkan, sebaiknya sadar diri serta bertaubat dari berbagai kesalahan serta “failed economics policies” yang semestinya mampu menggerakkan dan mendorong ekonomi ril rakyat, dari pada menciptakan ilusi dan mimpi-mimpi kosong di siang bolong, seolah-olah Aceh akan lebih makmur dan sejahtera dengan menanamkan investasi asing yang tidak pernah lagi terealisir selama dua dekade terakhir, demikian ungkapnya (*)


Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Peserta Tour de Aceh Etape I Mulai Latihan Adaptasi

Peserta Tour de Aceh Etape I Mulai Latihan Adaptasi

Advertorial   Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Sebanyak 110 Orang Disuntik Pada Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama Usai Idul Fitri

Sebanyak 110 Orang Disuntik Pada Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama Usai Idul Fitri

Berita   Daerah   Kesehatan   Nasional   News   Trend
Gubernur Aceh Nova Iriansyah Ikut Rakernas APPSI di Bali

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Ikut Rakernas APPSI di Bali

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Pemerintah Aceh Teken Kontrak 157 Paket Proyek APBA 2022 Tahap ke-3

Pemerintah Aceh Teken Kontrak 157 Paket Proyek APBA 2022 Tahap ke-3

Berita   Daerah   Epaper   Nasional   News   Trend
Sekda Tinjau UPTD Rumah Kemasan Aceh

Sekda Tinjau UPTD Rumah Kemasan Aceh

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Hari Pertama Kerja Pasca Cuti Lebaran, Tingkat Kehadiran ASN Aceh Hampir 100 Persen

Hari Pertama Kerja Pasca Cuti Lebaran, Tingkat Kehadiran ASN Aceh Hampir 100 Persen

Advertorial   Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Pemerintah Gampong Pie Santuni Anak Yatim dan Santri Dayah

Pemerintah Gampong Pie Santuni Anak Yatim dan Santri Dayah

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Soal Perlambat IJOP MUQ Bustanul Ulum, Kepala Kemenag Langsa Berpotensi Pidana

Soal Perlambat IJOP MUQ Bustanul Ulum, Kepala Kemenag Langsa Berpotensi Pidana

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
DPP KAMPUD Serahkan Santunan untuk Korban Kecelakaan Perlintasan Kereta Api

DPP KAMPUD Serahkan Santunan untuk Korban Kecelakaan Perlintasan Kereta Api

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Tingkatkan Silaturahmi, Partai Golkar Kota Langsa Buka Puasa Bersama

Tingkatkan Silaturahmi, Partai Golkar Kota Langsa Buka Puasa Bersama

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Politik   Trend