- April 22, 2021

Hari Jadi Kota Banda Aceh ke-816 Tahun, Selamatkan Situs Sejarah Kesultanan Aceh Darussalam

Hari Jadi Kota Banda Aceh ke-816 Tahun, Selamatkan Situs Sejarah Kesultanan Aceh Darussalam
Presiden DMDI Hadir dalam Haul Tuan Dikandang Dalam Perayaan HUT Kota Banda Aceh pada Tahun 2019. (Doc:Cut Putri Darud Donya)  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh, News Analisa – Tepat tanggal 22 April setiap diperingati sebagai hari lahirnya Kota Banda Aceh. Tahun ini Kota Banda Aceh genap berumur 816 tahun. Tahun 2021 hari jadi Kota Banda Aceh, jatuh pada tanggal 1 Ramadhan 601 H, hari Jum’at bertepatan tanggal 22 April 1205 M. Tanggal ini didasarkan kepada permulaan pemerintahan Sultan Johan Syah pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.

Ibukota kerajaan dibangun di Gampong Pande sebagai pusat kerajaan bernama Bandar Aceh Darussalam. Sultan Johansyah kemudian mendirikan Istana di Bandar Aceh Darussalam Di Kuta Farusah Pindi Darul Makmur Gampong Pande.

Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman mengingatkan bahwa hari ini usia Kota Banda Aceh sudah 816 tahun, sebuah kota berusia tua yang penuh peradaban yang dibangun oleh Ghazi Sultan Johan Syah dari Negeri Atas Angin.

Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman meminta agar semua pihak dapat menyelamatkan situs titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam yang sudah menjadi tempat pembuangan sampah dan proyek IPAL.

MAPESA dan CISAH, lembaga yang telah lama memperjuangkan penyelamatan titik nol Kesultanan Aceh pun turut bersuara.

“Proyek IPAL, IPLT Tinja dan TPA Sampah mengakibatkan rusaknya lansekap peninggalan sejarah di kawasan muara Krueng Aceh, dan akan tambah membenamkan dan menghilangkan bukti-bukti permukiman kuno dari zaman Aceh Darussalam. Perlu dicatat bahwa kerusakan dan kehilangan peninggalan sejarah adalah sesuatu yang tidak akan pernah dapat digantikan untuk selamanya!”, tegas Mizuar Mahdi Ketua MAPESA.

Baca Juga:  Bangunan Pasar Berada Diatas Makam Para Ulama, Darud Donya Surati Wali Kota Banda Aceh

Pemusnahan kawasan sejarah Islam tempat kelahiran kota Banda Aceh ini, turut mengundang keprihatinan dunia internasional.

Tak kurang organisasi internasional The Malay and Islamic World Organization/ Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) sampai turun tangan dan resmi menyurati Walikota Banda Aceh, meminta agar Walikota Banda Aceh melestarikan situs makam para Raja dan Ulama di Gampong Pande termasuk di lokasi IPAL, dan menempatkannya sebagai situs sejarah Islam yang terhormat, tempat bersemayam para Aulia Allah.

Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Tun Datuk Seri Utama Mohammad Ali Rustam bahkan mengatakan khusus terbang ke Banda Aceh untuk menghadiri peringatan Haul Tuan Dikandang dan HUT Kota Banda Aceh pada tahun 2019 lalu, demi menghormati kebesaran sejarah Aceh di kawasan titik nol Kesultanan Aceh Darussalam.

Presiden DMDI menyarankan agar Gampong Pande didaftarkan ke UNESCO agar dapat dijadikan pusat sejarah peradaban Islam di Aceh dan Asia Tenggara.

Baca Juga:  Pakar Pertanian Jerman Kemukakan Konsep Spot Farming di ICATES-2

Dunia Melayu dan Dunia Internasional amat mengagumi kebesaran Sejarah Aceh yang luar biasa dalam penyebaran agama Islam. Aceh pada masa kejayaannya telah menjadi 5 Imperium besar dunia bersama Turki Utsmani, Mughal, Safawi dan Magribi (Marokko).

“Amat disayangkan jika makam para Raja dan Ulama yang ada dititik Nol Kesultanan Aceh Darussalam hilang demi Proyek Tinja. Maka perlu persatuan Bangsa Aceh dan dunia Internasional untuk menyelamatkan situs kesultanan Aceh Darussalam” seru Cut Putri Pemimpin Darud Donya Aceh, yang juga merupakan Ahli Majelis Tertinggi Dewan Agung DMDI, organisasi internasional beranggotakan 23 negara Melayu dan negara Islam, yang berkantor pusat di Malaka.

“Hari ini bertepatan tanggal 22 April 2021 adalah HUT Kota Banda Aceh ke-816. Adalah hal yang sangat memprihatinkan karena tempat kelahiran Kota Banda Aceh Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam di Gampong Pande, yaitu Pusat Peradaban Islam terhormat yang tertua, terbesar dan termegah di Asia Tenggara, dinilai seharga Pusat Pembuangan Tinja Najis Manusia dan Kotoran Sampah”, kata Cut Putri Pemimpin Darud Donya.

Darud Donya meminta agar IPAL dan segala proyek berbasis tinja dan sampah segera dipindahkan dari titik nol Kesultanan Aceh Darussalam.

Baca Juga:  Ketua DPRK Tutup Event MARSSAL Ke-7 MTsN 1 Model Banda Aceh

Selanjutnya setelah IPAL dan sejenisnya dipindahkan, Kawasan Situs Istana Darul Makmur dipulihkan kembali dan direvitalisasi untuk dijadikan sebagai Living Museum (Museum Hidup).

“Karena Kawasan Istana Darul Makmur adalah kawasan situs sejarah pusaka budaya tertua di Banda Aceh”, terang Cut Putri.

Dapat dibangun kembali Replika Istana Darul Makmur Bandar Aceh Darussalam sebagai cikal bakal lahirnya Kota banda Aceh.

Juga dibangun kembali Masjid Istana Darul Makmur di struktur tapak aslinya yang hari ini masih dapat terlihat jelas tapak bangunannya di lokasi IPAL, sebagai masjid tertua di Banda Aceh yang usianya jauh lebih tua dari Masjid Raya Baiturrahman, sebagai masjid istana Kerajaan Islam terbesar di Asia Tenggara.

Setelah direvitalisasi, Kawasan Istana Darul Makmur Kuta Farusah Pindi Banda Aceh Darussalam insya Allah akan menjadi Kawasan Terpadu Pusat Pariwisata Dunia, Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran Sejarah dan Peradaban Aceh.

Sebagai tempat edukasi dan destinasi pariwisata sejarah, religi, tradisi dan seni budaya berskala dunia, yang insya Allah akan dikunjungi oleh seluruh dunia.

Semoga Allah mengabulkan segala cita-cita mulia demi kebesaran dakwah Islam. Selamat Hari Jadi Kota Banda Aceh ke-816 tahun.


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Hadiri Peringatan Puncak Harkannas ke 8 Secara Virtual

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Hadiri Peringatan Puncak Harkannas ke 8 Secara Virtual

Berita   Daerah   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Peringati Harkannas ke 8, DKP Aceh Gelar Lomba Adu Masak Ibu Hebat

Peringati Harkannas ke 8, DKP Aceh Gelar Lomba Adu Masak Ibu Hebat

Berita   Daerah   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Cucu Sultan Aceh, Sampaikan Terima Kasih kepada Anis Baswedan Atas Peresmian Jalan Laksamana Malahayati

Cucu Sultan Aceh, Sampaikan Terima Kasih kepada Anis Baswedan Atas Peresmian Jalan Laksamana Malahayati

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Lifestyle   Nasional   Trend
KKP Dorong Pemerintah Daerah Segera Susun Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus

KKP Dorong Pemerintah Daerah Segera Susun Rencana Aksi Daerah Konservasi Hiu Paus

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Peringati Harkannas 2021, KKP Ingatkan Pentingnya Konsumsi Ikan Segar

Peringati Harkannas 2021, KKP Ingatkan Pentingnya Konsumsi Ikan Segar

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Menteri Trenggono Pastikan Pengawasan Terintegrasi, Dalam Program Ekonomi Biru

Menteri Trenggono Pastikan Pengawasan Terintegrasi, Dalam Program Ekonomi Biru

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Lifestyle   Nasional   News   Trend
JPU Ubah Tuntutan 1 Tahun Penjara Terhadap Istri Marahi Suami, Kini Menjadi Bebas

JPU Ubah Tuntutan 1 Tahun Penjara Terhadap Istri Marahi Suami, Kini Menjadi Bebas

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Trend
Laksamana Malahayati Jadi Nama Jalan di Jakarta, Pemerintah Aceh Sampaikan Terima kasih

Laksamana Malahayati Jadi Nama Jalan di Jakarta, Pemerintah Aceh Sampaikan Terima kasih

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Peringati Harkannas Ke 8, Ketua Forikan Aceh Serahkan Sertifikat Halal untuk UMKM di Leupung

Peringati Harkannas Ke 8, Ketua Forikan Aceh Serahkan Sertifikat Halal untuk UMKM di Leupung

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Trend   Wisata
Bank Aceh Raih Penghargaan Indonesia Award Magazine

Bank Aceh Raih Penghargaan Indonesia Award Magazine

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend