News Analisa - Minggu, 25 April 2021

Darud Donya Harapkan MPU Banda Aceh Terbitkan Tausiyah Mengenai Proyek IPAL Gampong Pande

Darud Donya Harapkan MPU Banda Aceh Terbitkan Tausiyah Mengenai Proyek IPAL Gampong Pande
Mejelis Ulam Aceh (MPU) Membahas Proyek IPAL yang Terletak Di Gampong Pande Banda Aceh (Doc: Cut Putri Darud Donya)  
Penulis
|
Editor

Banda Aceh, News Analisa – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh mengadakan pertemuan membahas proyek IPAL di Gampong Pande, pada hari Kamis 22/4/2021 di Kantor MPU Kota Banda Aceh. Turut hadir komunitas pegiat sejarah antara lain Darud Donya, Peusaba, Mapesa, Pedir Museum, dan lain-lain.

Darud Donya menyampaikan tentang arti penting kawasan Gampong Pande dalam sejarah Islam di Aceh. Banyak penelitian dan kajian sejarah yang telah dilaksanakan oleh para ahli terkait tinggalan arkeologis di Gampong Pande dan sekitarnya.

Bahkan laporan hasil kajian Tim bentukan Walikota sendiri menyimpulkan bahwa “Lokasi IPAL adalah Situs Arkeologi. Sebagai Situs Arkeologi maka lokasi IPAL menjadi Situs Cagar Budaya, dan benda-benda kuno yang berada didalamnya menjadi Benda Cagar Budaya yang dilindungi Undang-Undang dari pemusnahan”

Oleh karena itu jelas bahwa lokasi IPAL telah memenuhi syarat yang dimaksudkan dalam Fatwa MPU Aceh Nomor 5 Tahun 2020.

Baca Juga:  Hari Jadi Kota Banda Aceh ke-816 Tahun, Selamatkan Situs Sejarah Kesultanan Aceh Darussalam

Sebelumnya MPU Aceh telah mengeluarkan fatwa, yaitu Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 5 Tahun 2020, Tentang Pemeliharaan Situs Sejarah dan Cagar Budaya Dalam Perspektif Syari’at Islam.

Secara resmi Darud Donya juga telah menyampaikan kepada Walikota Banda Aceh terkait Fatwa MPU Aceh, dengan suratnya Nomor 04/SP/II/2021 tanggal 24 Februari 2021, perihal Pelestarian Kawasan Situs Gampong Pande terkait Fatwa MPU Aceh, yang tembusannya antara lain disampaikan kepada MPU Kota Banda Aceh.

Darud Donya menyampaikan bahwa IPAL dibangun di Kawasan Situs Istana Darul Makmur Kuta Farusah Pindi Kerajaan Islam Aceh Darussalam, yang seharusnya mesti dilestarikan, krn berkenaan dgn tarikh Islam atau perjalanan sejarah Islam yang mengandung unsur dakwah, agar rekam jejak sejarah dakwah Islam tidak dikaburkan atau hilang.

Baca Juga:  Pemerintah Turki Serius Dalami Pemusnahan Situs Sejarah Gampong Pandee

Apalagi Kawasan ini adalah kawasan awal mula masuknya agama Islam di bumi melayu nusantara, dan pendiri tonggak sejarah tegaknya dakwah Islam di Asia Tenggara.

Sesuai Fatwa MPU Aceh Nomor 5 Tahun 2020, maka nilai-nilai kawasan situs sejarah dakwah Islam, beserta kemuliaannya mesti dilestarikan dan dihormati, dan tidak boleh dilecehkan dengan proyek tinja najis manusia. Hal ini untuk menjaga marwah, harkat dan martabat Islam dan Bangsa Aceh.

Maka Darud Donya berharap kepada MPU Kota Banda Aceh agar dapat menerbitkan Tausiyah, agar Walikota Banda Aceh dapat melestarikan semua Kawasan Situs Sejarah dan Cagar Budaya Islami di seluruh Kota Banda Aceh, bukan malah membongkar, menghilangkan, merusak, mengotori atau melecehkannya.

Sementara itu acara lainnya juga diadakan oleh BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Aceh-Sumut, yaitu acara Diskusi dan Sosialisasi terkait proyek IPAL, pada hari Jum’at 23/4/2021, di Taman Gunongan, yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Darud Donya.

Baca Juga:  Sebanyak 182 Orang Divaksin Covid-19 di Museum Aceh, Total Kini Capai 93.789

Di acara tersebut Sekdes Gampong Pande memaparkan berbagai pelanggaran administrasi dalam proyek IPAL, dan disimak langsung oleh unsur Ombudsman RI Perwakilan Aceh yang turut hadir di acara BPCB tersebut.

Terkait rencana BPCB melakukan penelitian HIA (Heritage Impact Assessments), Darud Donya meminta diadakan penelitian ilmiah yang komprehensif dan profesional, dan bukan atas dasar kepentingan melanjutkan proyek IPAL.

Dalam acara itu Darud Donya secara tegas menolak pembangunan IPAL di Gampong Pande karena lokasinya yang tidak tepat, dan meminta relokasi proyek IPAL. Permintaan relokasi IPAL juga disampaikan oleh Peusaba, Mapesa, warga Gampong Pande dan anggota masyarakat lainnya.


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Bantu Ketersediaan Stok Darah di PMI, Bank Aceh Peduli Gelar Donor Darah

Bantu Ketersediaan Stok Darah di PMI, Bank Aceh Peduli Gelar Donor Darah

Berita   Daerah   Headline   Kesehatan   Lifestyle   Nasional   News   Trend
PT Bank Aceh Mendapat Sertifikasi SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

PT Bank Aceh Mendapat Sertifikasi SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Perdana, Ombudsman Goes To School ke MIN Lhong Raya

Perdana, Ombudsman Goes To School ke MIN Lhong Raya

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend   Wisata
Syukur Trik Menggapai Nikmat

Syukur Trik Menggapai Nikmat

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Ketua DPR Aceh Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Aceh Utara

Ketua DPR Aceh Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Aceh Utara

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Politik
Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Inflasi, Penjabat Gubernur Tinjau Pasar Lambaro

Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Inflasi, Penjabat Gubernur Tinjau Pasar Lambaro

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Trend
Rektor USK Lantik Pejabat dengan SOTK

Rektor USK Lantik Pejabat dengan SOTK

Berita   Daerah   Headline   Nasional   News   Pendidikan   Trend
Sekda Bustami Hadiri Seminar Nasional Akselerasi Pembangunan Ekonomi Aceh

Sekda Bustami Hadiri Seminar Nasional Akselerasi Pembangunan Ekonomi Aceh

Berita   Daerah   Headline   Lifestyle   Nasional   News   Trend
Pengamat Politik Aceh “KPK Mesti Tangkap Episode Pemimpin Lanjutan”

Pengamat Politik Aceh “KPK Mesti Tangkap Episode Pemimpin Lanjutan”

Berita   Daerah   Headline   Hukum   Nasional   News   Politik   Trend
Polda Aceh Benarkan Adanya Penangkapan DPO KPK di Aceh

Polda Aceh Benarkan Adanya Penangkapan DPO KPK di Aceh

Berita   Daerah   Hukum   Nasional   News   Trend