- 2 Desember 2021

Menteri Sri Mulyani: Google Dukung Transformasi Digital RI Lewat Literasi 2 Juta UMKM

Menteri Sri Mulyani: Google Dukung Transformasi Digital RI Lewat Literasi 2 Juta UMKM
Menkeu Sri Mulyani. ¬©2020 Youtube.com/KemenkeuRI  
Penulis
|
Editor

Jakarta, News Analisa – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Google mendukung transformasi digital di Indonesia melalui peningkatan literasi digital kepada 2 juta UMKM.

Hal ini dilakukan melalui Kelas Gapura Digital di bawah program Grow with Google. “Saya menyambut baik program Google,” ujar Menteri Sri Mulyani dalam diskusi Google Indonesia, Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Program Google mencakup antara lain mengembangkan talenta digital dan peningkatan konektivitas internet di Indonesia melalui Google Cloud Jakarta Region dan kabel bawah laut. Kemudian juga melalui bantuan finansial kepada UMKM.

Kolaborasi Google dengan KIVA, sebuah organisasi nirlaba internasional, bekerja sama dengan berbagai mitra lokal termasuk Koperasi Mitra Dhuafa (Komida), telah menyalurkan bantuan pembiayaan dengan bunga rendah dengan nilai USD 10 juta atau Rp 147 miliar.

Angka ini memang kecil dibandingkan program pemerintah yang mencapai Rp17 triliun. Namun ini sangat membantu terutama di dalam mengisi kantong kantong, di dalam membantu UMKM yang begitu besar di Indonesia, seperti di lansir dari merdeka.com pada kamis (2/11)

“Dengan kerjasama antara pemerintah dan swasta yang telah memberikan perhatian luar biasa bagi UMKM, melalui program program pemberdayaan dan termasuk dengan menggunakan teknologi digital, pemerintah berharap agar ekonomi Indonesia terutama UMKM dapat pulih dan bangkit kembali,” kata Menteri Sri Mulyani.

Google Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) untuk menyediakan informasi mengenai pajak dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), melalui Google Primer.

Google Primer adalah aplikasi seluler gratis oleh Google, yang dirancang untuk mengajarkan pemasaran digital dan keterampilan bisnis kepada pemilik usaha kecil dan menengah, pemula, dan pencari kerja.

Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo mengatakan, kerjasama ini sesuai dengan misi Ditjen Pajak untuk terus menggenjot penerimaan pajak. Terlebih lagi, Google Primer bisa diakses secara offline dan terbuka.

“Ini bisa membantu semua orang dalam memahami pajak lebih jelas. Bukan hanya pajak, di sini juga ternyata banyak program pelatihan yang bisa meningkatkan keterampilan karier dan bisnis supaya selaras dengan kemajuan teknologi digital,” ujar Suryo di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (18/2).

Nantinya, akan ada modul pembelajaran gratis tentang dasar keuangan di aplikasi Google Primer. Sejalan dengan itu, Ditjen Pajak terus membangun masyarakat taat pajak dengan melakukan edukasi yang efektif, memudahkan bayar pajak, dan memberikan kepastian hukum.

Sementara itu, Managing Direktor Google Indonesia Randy Jusuf menyebutkan bahwa kerjasama ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Google. Dia berharap, semakin banyak terciptanya pelaku usaha baru karena semakin mudahnya akses informasi.

“Saya harap kerjasama ini, bisa membuka peluang baru bagi pelaku usaha di masa mendatang,” pungkasnya.(*)


 

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini